RSBT Gelar Pelatihan Farmasi Klinik, Apoteker Tidak Hanya Memberi Obat

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan farmasi klinik yang diselenggarakan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang

RSBT Gelar Pelatihan Farmasi Klinik, Apoteker Tidak Hanya Memberi Obat
bangkapos.com/Khamelia
RSBT Gelar Pelatihan Farmasi Klinik 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan farmasi klinik yang diselenggarakan  Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, Selasa (26/1/2016).

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Irvina Arini, S.Si, Apt, Sp.FRS dari RSUD Dr Sutomo Surabaya dan Anugraheny Ayu Paramita, S.Farm, M.Farm Klin, Apt.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka oleh Direktur RSBT, dr.Adi Sucipto, Sp.B.

Ia mengatakan pelatihan ini sebagai bagian dari prasyarat RSBT menuju akreditasi, yaitu fokus pada farmasi klinis.

"Pelatihan ini menjadi sangat penting bertujuan untuk menambah pengetahuan dan memahami perkembangan farmasi klinik dan pelayanan kegiatan di farmasi klinik yang pada akhirnya bermanfaat untuk keselamatan pasien," jelas dr Adi.

Dikatakannya peran farmasi klinik sangat penting dalam pemberian obat sekaligus edukasi pada pasien. Di RSBT sendiri kata dr Adi untuk penanganan penyakit tertentu seperti kanker pihaknya membentuk satu tim yang melibatkan farmasi klinik, agar pemberian dosis obat bagi pasien tersebut tepat.

"Farmasi klinik berinteraksi dengan pasien bagaimana penggunaan obat sehingga obat tersebut memberi manfaat, intinya apoteker menjalankan fungsi sebenarnya, tidak hanya sekedar memberi obat," ujarnya.

Kepala apoteker RSBT, Ursula menyampaikan RSBT sendiri sudah menerapkan farmasi klinik ini untuk layanan pasien rawat jalan dan akan dilakukan hal serupa pada pasien rawat inap.

"Di tempat pelayanan obat sudah diterapkan, pasien mendapat penjelasan dan berhak bertanya tentang obat berikut cara mengkonsumsi dan menggunakannya," jelas Ursula.

RSBT memiliki ruangan konseling apoteker dimana pasien bisa berinteraksi langsung.

"Untuk pasien tertentu misalnya cara penggunaan inhaler untuk asma, cara menyuntikkan insulin dan sebagainya," ujarnya.

Ketua Majelis Kode Etik Ikatan Apoteker Indonesia Babel, Muhammad Edi yang hadir dalam acara pembukaan menyambut baik diselenggarakannya pelatihan ini.

"Ini baru pertama kali dilaksanakan di Babel, karena biasa digelar di luar daerah. Harapan kita melalui kegiatan ini pemahaman apoteker maupun asisten apoteker tentang farmasi klinik ini bertambah," ujar Edi.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved