Dari Sungailiat ke Pemali, Yanti 10 Tahun Dagang Lauk Keliling
Setiap hari Yanti selalu setia membawakan dagangannya berupa lauk pauk masak, pempek hingga bubur
Penulis: nurhayati | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setiap hari Yanti selalu setia membawakan dagangannya berupa lauk pauk masak, pempek hingga bubur dan berbagai kue-kue.
Dengan keranjang bekas buah berwarna putih yang diikat di belakang sepeda motornya dia berjualan keliling dari satu kantor ke kantor yang lainnya.
Bagi para PNS maupun guru di sekolah-sekolah tidak asing lagi dengan sosok perempuan berpostur gemuk dan ramah ini. Krisdayanti begitu mereka menyapa perempuan yang hoby menyanyi ini. Mereka sangat terbantu dengan adanya Krisdayanti karena bagi para ibu rumah tangga ini tidak perlu lagi memasak cukup membeli berbagai lauk pauk yang dagangnya.
Harga lauk pauk maupun bubur dan pempek yang dijualnya cukup terjangkau hanya sebesar Rp 6.000 per porsi. Ia hanya mengambil keuntungan Rp 1000 perporsi. Dagangan itu diambilnya dari para pemasok lauk pauk dan penganan, dia hanya menjualkan saja.
"Saya sudah 10 tahun dagang keliling ini sejak pisah dengan suami. Dulu enak dagang banyak yang laku sekarang sudah mulai sepi," ungkap Yanti kepada bangkapos.com, Jumat (29/1/2016).
Dulu dalam sehari ia bisa mengantongi keuntungan Rp 100.000 sehingga bisa mencicil kredit motornya dan menafkahi keluarga serta menyekolahkan dua anaknya.
Sekarang diakuinya keuntungan yang diperoleh sangat kecil kadang hanya Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per hari.
"Kemarin hanya dapat Rp 20.000. Kadang males jualan lebih banyak yang berjual daripada yang beli," ungkap Yanti penjaga Kantor DPP II Golkar Kabupaten Bangka ini.
Menurutnya, kondisi perekonomian di daerah yang melemah inilah menyebabkan daya beli masyarakat kurang.
Untuk berdagang ia keliling naik motor dari Sungailiat hingga ke Kecamatan Pemali. Kadang ke puskesmas, kantor camat ataupun SMAN 1 Pemali menjajakan dagangannya. Namun ia terus berjualan karena dari hasil dagangannya inilah ia bisa menafkahi keluarganya.