Kompas TV Bangka Siapkan Siaran Lokal Andalan

Kompas TV resmi sebagai televisi berita yang dideklarasikan pada malam pagelaran bertajuk Suara Indonesia pada Kamis

Kompas TV Bangka Siapkan Siaran Lokal Andalan
bangkapos.com/Emil Mahmud
KANTOR REDAKSI - Kantor Redaksi Biro Kompas TV Bangka yang satu gedung bersama Kantor Redaksi Bangka Pos Group, di Jalan AR Siddik 1 B, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka-Belitung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Emil Mahmud

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sehari setelah deklarasi dan syukuran, Kompas TV sebagai televisi Berita Indonesia (Suara Indonesia), kini Tim Kompas TV Bangka makin memantapkan diri untuk melahirkan karya jurnalistik yang independen dan tetap inspiratif.

Kompas TV resmi sebagai televisi berita yang dideklarasikan pada malam pagelaran bertajuk Suara Indonesia pada Kamis (28/1/2016) malam di JCC Jakarta.

Berselang sebelumnya, Kamis sore kemarin, Biro Kompas TV Bangka pada hari yang sama melaksanakan syukuran menjadi televisi berita bersama redaksi Bangka Pos Group di Gedung Bangka Pos, Pangkalpinang.

Saat ini untuk siaran lokal, dipersiapkan tiga segmen pemberitaan, yakni berita hardnews, feature, dan talkshow.

Hal itu diutarakan oleh Produser Kompas TV Bangka, Rahmatul Fauza, yang didampingi Video Journalist (VJ) Kompas TV Bangka, Heru Dahnur saat perbincangan dengan Bangkapos.com, Jumat (29/1/2015) sore di kantor redaksi.

Sehari sebelumnya, Rahmatul membacakan sambutan yang dikirimi
ke seluruh network se-Indonesia oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Kompas TV Rosiana Silalahi. Yakni mengingatkan redaksi untuk tidak menyiarkan berita yang bersifat hasutan, partisan dan fitnah.

“Jurnalisme TV adalah jurnalisme gambar. Kompas TV wajib bertanggungjawab secara etik dalam pemutaran gambar meski harus berkejaran dengan hitungan detik,” ujar Rahmatul-menirukan isi surat yang dibacanya.

Terpisah, VJ Kompas TV Bangka, Heru Dahnur, menyebutkan, ruang redaksi Kompas TV Bangka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melahirkan berita yang independen dan inspiratif.

“Memproduksi berita secara ideal memang ada tantangan. Kadang banyak godaan dan kondisi lapangan juga kadang tak ramah. Tapi kami akan tetap berpegang teguh pada sebelas pasal kode etik jurnalistik,” ujar Heru yang juga pemegang kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Madya Dewan Pers.

Menurut Heru, sederet tugas jurnalistik perlu didukung semua lapisan masyarakat seiring lahirnya undang-undang tentang keterbukaan informasi publik.

"Melalui karya jurnalistik diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal lingkungannya dan bagi pelaksana kebijakan bisa menjadi sumber kritik yang sifatnya membangun." papar Heru.

Penulis: emil
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved