Breaking News:

Bahaya Virus Zika dan Pencegahannya

Gejala penyakit akibat virus zika hampir mirip dengan gejala demam berdarah pada umumnya.

Editor: fitriadi
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, DENPASAR - Virus Zika tersebar melalui perantara nyamuk Aedes Aegypti.

Gejala penyakit akibat virus zika, menurut Suarjaya, hampir mirip dengan gejala demam berdarah pada umumnya.

Yakni terjadi demam, nyeri otot, tulang dan persendian, serta bintik merah pada tubuh.

Yang menjadi pembeda utama penyakit akibat virus zika dan DBD ialah seseorang yang terjangkit virus zika akan mengalami konjungtivitis atau peradangan selaput mata bagian depan, yang menyebabkan mata kemerahan.

Suarjaya menambahkan, virus zika sangat berbahaya jika diderita pada ibu hamil, karena akan berdampak pada anak yang dikandungnya.

“Ibu hamil yang terkena virus zika, kemungkinan akan melahirkan bayi yang mengalami mikrosefali atau penyusutan kepala,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan 3M Plus karena di Bali nyamuk Aedes cukup banyak.

3M adalah menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Sedangkan yang dimaksud dengan “Plus” adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.

Juga menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved