Dikejar Massa, Pencuri Ini Ngaku Ditinggal Temannya Lalu Sembunyi di Hutan
Tersangka Haryono ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Senin (1/2/2016) mengakui perbuatannya.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tersangka Haryono ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Senin (1/2/2016) mengakui perbuatannya.
"Saya kesitu (TKP) bersama kawan (AD). Sebenarnya tidak ada rencana mengincar rumah itu, kebetulan saja. Kami datang langsung jebol, target cuma ngambil duit tapi tidak dapat apapun disitu, kosong," kata Haryono mengaku mencongkel pintu rumah menggunakan linggis.
Baru sekitar 10 menit berada di dalam rumah, tiba-tiba kata Haryono, mereka diteriaki oleh warga. Keduanya mengaku langsung melarikan diri, agar terhindar dari amuk massa.
"Kami lari saat dikejar massa. Perasaan waktu itu takut setengah mati, karena ramai warga yang mengejar kami. Makanya saya lari ke arah belakang dan saya ditinggal oleh teman saya (AD), yang bawa motor," kata Haryono.
Aksi kali ini katanya, murni AD yang merencanakannya. Awalnya kata Haryono, AD mengajaknya ke Matras Sungailiat.
"Kawan saya awalnya bilang mau ke Matras, tapi singgah disitu dulu, tapi akhirnya kami mencuri disitu. Rencananya hasil mencuri untuk belanja keluarga dan beli rokok," kata pria ini mengaku pernah buka TI dan usaha warung kecil-kecilan, dan pernah dipenjara tiga bulan, Tahun 2008, dalam kasus penganiayaan dan pencurian uang di teras rumah warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/haryono-pencuri-ditangkap_20160201_202605.jpg)