Ahmadiyah

Jika Terjadi Pengusiran Ahmadiyah Itu Sebuah Kemunduran

Fatwa MUI jagan menjadi legitimasi untuk kekerasan. Harusnya kita merawat perbedaan, bagaimana penyelesaian dengan dialog dan gotong royong

Jika Terjadi Pengusiran Ahmadiyah Itu Sebuah Kemunduran
Bangka Pos/ Resha Juhari
KUNJUNGAN tokoh muda NU, Zuhairi Misrawi dan perwakilan Jamaat Ahmadiyah Indonesia ke Bangka Pos, Rabu (3/2/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – “Jika sampai terjadi pengusiran, itu artinya kemunduran,” kata Zuhairi Misrawi tokoh intelektual Nahdlatul Ulama. Kabar rencana pengusiran Ahmadiyah sudah mendunia dan disikapi Istana.

Zuhairi Misrawi bersama dua orang ke Redaksi Bangka Pos, Rabu (3/2/2016). Satu di antaranya H Kendali Achmad Lubis, Sekr Umur Kharujiah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Kedatangan mereka merespon kabar permintaan pindah kepada beberapa keluarga yang merupakan penganut Ahmadiyah di Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung.

“Ketika turun dari pesawat saya tanya berapa jumlah JAI yang diminta pergi itu, rupanya 60-an. Innalilahi, kabarnya sampai kemana-mana,” kata Zuhairi.

Sikap Bupati Bangka Tarmizi Saat yang ikut menyuruh pengikut JAI untuk pindah. Tarmizi yang merupakan bagian dari pemerintah malah menyuruh warganya untuk pindah.

“Sikap bupati itu yang membuat kami terkaget-kaget. Ahmadiyah ini ada di beberapa wilayah Indonesia, tetapi baru ini pemimpin pemerintahnya yang mau mengusir,” ujar Zuhairi.

Zuhairi dekat dengan golongan Ahmadiyah sejak ditunjuk KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal Gusdur menangani persoalan serupa di beberapa lokasi di Tanah Air .

Menurutnya Ahmadiyah telah ada sejak lama (sejak zaman penjajahan Belanda), namun konflik terjadi sejak adanya Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menyebut kelompok ini sesat.

“Fatwa MUI jangan menjadi legitimasi untuk kekerasan. Harusnya kita merawat perbedaan, bagaimana penyelesaian dengan dialog dan gotong royong,” kata dia.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved