Sabtu, 11 April 2026

Daud Yordan Tahu Kelemahan Lawannya Petinju Jepang

Jelang laga menghadapi petinju Jepang, Yushitaka Kato, petinju tanah air, Daud Yordan akan menerapkan strategi aktif

Editor: edwardi
Super Ball/Feri Setiawan
Petinju Indonesia Daud Yordan (kiri) dan petinju Jepang Yoshitaka Kato (kedua kanan) Promotor Tinju Raja Sapta Oktohari (kedua kiri) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers menjelang pertandingan bertajuk Road to the World Champions di Jakarta, Senin (1/2/2016). Pertandingan untuk memperebutkan sabuk Juara WBO (The World Boxing Organization) Asia-Pacific dan Africa yang kini masih dipegang Daud Yordan tersebut akan berlangsung 5 Februari 2016 di Balai Sarbini Jakarta. Super Ball/Feri Setiawan 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Jelang laga menghadapi petinju Jepang, Yushitaka Kato, petinju tanah air, Daud Yordan akan menerapkan strategi aktif melakukan pukulan sebanyak-banyak.

"Saya tak memikirkan KO karena fokus saya adalah pukul, pukul, dan pukul. Tapi selain itu adalah pukul, pukul, pukul, dan tentunya menghindar," ujar Daud kepada Tribunnews.com di kantor Pertina, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (3/1/2016).

Juara WBO Asia Pasifik ini menilai Kato memiliki kelemahan Kato memiliki kelemahan pada perutnya. Sehingga titik tersebut yang akan menjadi target bulan-bulanan Daud agar musuhnya terkapar.

"Dari yang saya perhatikan, Kato lebih memiliki kelemahan di area perut."

Daud terakhir bertanding melawan Maxwell Awuku asal dan merebut gelar WBO Afrika dengan kemenangan mutlak.

Dirinya memiliki rekor 34 kali menang, 24 di antaranya dengan KO, dan tiga kali kalah.
Sementara Kato memiliki catatan 29 menang, sembilan di antaranya KO.

Namun dirinya tercatat pernah kalah enam kali (sekali KO) dan sekali imbang.
Jika menang pada laga ini, kans Daud untuk menantang juara dunia WBO dari Britania Raya, Terry Flanagan semakin terbuka.

Namun jika kalah kansnya semakin tertutup dan kemungkinan kehilangan gelar.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved