Daerah Resapan Hilang Akibat Proyek Sawah, 98 Rumah di Desa Kotawaringin Terendam

Hilangnya daerah resapan air ini membuat warga Desa Kotawaringin mengalami musibah banjir.

Daerah Resapan Hilang Akibat Proyek Sawah, 98 Rumah di Desa Kotawaringin Terendam
IST
Posko pengungsian korban banjir di Kantor Desa Kotawaringin. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kekhawatiran warga Desa Kotawaringin Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka terjadinya banjir besar terbukti. Pasalnya hutan di sekitar sungai Kotawaringin hampir habis dibabat untuk proyek persawahan milik Pemkab Bangka Barat.

Hilangnya daerah resapan air ini membuat warga Desa Kotawaringin mengalami musibah banjir.

Sebanyak 98 rumah warga di Kotawaringin terendam banjir. Kondisi ini telah terjadi sejak Januari 2014 lalu dan sekarang ini kondisi banjir di desa mereka semakin parah.

Sebelumnya desa ini tidak pernah kebanjiran saat musim hujan walaupun sungai besar terbentang di belakang rumah warga Desa Kotawaringin.

Kondisi banjir ini disampaikan Ketua BPD Kotawaringin Sarkawi kepada bangkapos.com, Rabu (10/2/2016) malam.

"Banjir ini terjadi karena banyaknya daerah resapan air yang hilang. Selain itu juga curah hujan tinggi hingga air semakin tinggi," ungkap Sarkawi.

Saat ini kondisi air di Desa Kotawaringin semakin meninggi bahkan kedalaman tertinggi ada yang sudah mencapai setinggi leher orang dewasa.

Untuk itu warga mengungsi ke rumah-rumah saudara mereka yang tidak kebanjiran.
Sebagian warga juga mengungsi ke posko banjir di Kantor Desa Kotawaringin.

"Alhamdulillah kami tadi mendapatkan bantuan beras dan mie instans dari wakil bupati sebanyak lima kilogram per kepala keluarga dan 30 dus mie instans. Tadi dari Pak Boy (Kahumas PDE dan Santel Setda Bangka Boy Yandra-red) menyerahkan bantuan mie instans," ungkap Sarkawi.

Menurutnya, saat ini warga korban banjir di Kotawaringin masih membutuhkan bahan makanan. Sedangkan untuk pakaian masih bisa diselamatkan karena ketinggian air saat banjir bertahap.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved