Saat Banjir Puluhan Anak Panti Terperangkap di Lantai II

Pasca kejadian banjir melanda sebagian wilayah di kota Pangkalpinang menyisahkan beragam kisah dari para korban banjir.

Saat Banjir Puluhan Anak Panti Terperangkap di Lantai II
Bangka Pos / Ryan Agusta
FOTO--Puluhan anak panti asuhan Muhamadiyah Pangkalpinang terlihat sedang tidur-tiduran di lantai di tempat penampungan Posko Peduli Banjir UBB & PT Timah di gedung rektorat UBB lama. (ryan) 

Laporan wartawan Bangkapos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Pasca kejadian banjir melanda sebagian wilayah di kota Pangkalpinang menyisahkan beragam kisah dari para korban banjir.

Seperti halnya dialami puluhan anak-anak asal panti asuhan Muhamadiyah Kota Pangkalpinang.

Saat banjir melanda kota Pangkalpinang menurut Yani, pengurus panti asuhan Muhamadiyah Kota Pangkalpinang ia sendiri termasuk anak-anak pantinya sempat kaget dan takut ketika hujan deras dan air terlihat mulai memasuki gedung panti mereka tempati terletak di lingkungan jalan Balai itu.

Terlebih kondisi genangan air saat banjir Selasa (9/2/2016) kemarin sebagian besar anak-anak pantinya terlihat cemas dan panik lantaran takut melihat air kondisinsya meninggu seukuran orang dewasa.

"Saat itu puluhan anak panti itu saya suruh bergegas naik ke lantai atas (lantai II--red) di gedung panti. Saya menyuruh mereka untuk antisipasi agar mereka tidak hanyut terbawa air," kata Yani kepada bangkapos.com, Rabu (10/2/2016).

Namun kecemasan pun semakin menghantui ia dan puluhan anak panti setempat lantaran kondisi air saat banjir itu mulai meninggi atau melebihi tinggi ukuran orang dewasa.

"Kami mau gimana lagi karena kondisi air sudah mulai meninggi. Jadi puluhan anak-anak panti kita ini kondisi terperangkap di lantai II gedung panti," kata Yani mencoba menceritakan kronologis kejadian yang sempat dialami ia dan puluhan anak pantinya.

Lantaran lama menunggu bantuan tim Basarnas datang, sebagian anak-anak panti menurutnya ada yang nekat menceburkan diri ke dalam air dan berenang menuju perahu tim Basarnas.

"Saya juga kaget anak-anak panti terlihat pandai berenang dalam kondisi seperti itu. Padahal setahu saya sebagian anak itu tidak pandai berenang. Namun untunglah mereka selamat," katanya.

Sementara Fendi (7), anak panti asuhan Muhamadiyah pun sempat mengiyakan jika kejadian banjir itu membuat ia bersama rekan-rekannya nekat terjun ke air dan berenang mencari bantuan tim Basarnas.

"Saya dan temen-temen dari lantai II terjun ke air dan langsung berenang waktu itu menuju perahu karet. Kami sudah tidak takut kak waktu kejadian itu," kata bocah itu saat ditemui di Posko Peduli Banjir UBB dan PT Timah Tbk di jalan Merdeka Kota Pangkalpinang, Rabu (10/2/2016) siang. (rap)

Penulis: ryan augusta
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved