Alhamdulillah, Terima Kasih Pertamina

Warga korban banjir menyambut gembira bantuan dari pihak Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Pangkalbalam

Alhamdulillah, Terima Kasih Pertamina
Bangka Pos / Alza Munzi
Pertamina TBBM Pangkalbalam bersiap-siap menyalurkan bantuan untuk korban banjir Pangkalpinang.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Warga korban banjir menyambut gembira bantuan dari pihak Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Pangkalbalam , Kota Pangkalpinang, Kamis (11/2/2016).

Bantuan berupa mie instan, popok bayi, susu instan, beras, gula, obat-obatan, dan air mineral sangat dibutuhkan warga yang mengalami musibah banjir sejak, Senin (9/2/2016) lalu.

Meski sebagian air sudah surut, namun warga kebanyakan tidak dapat berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Alat-alat untuk memasak terendam air serta keadaan rumah sangat berantakan.

"Alhamdulillah, terima kasih Pertamina. Kalau di sini, boleh dikatakan semuanya kena banjir. Banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah karena baju hanyut," ungkap warga Kampung Seberang, Hartati.

Pada kesempatan itu, Head Operation TBBM Pertamina, Pangkalbalam Gatot Widiyanto didampingi Sales Eksekutif Agung dan Pengawas Keuangan Saharuddin mengajak staf untuk menyalurkan bantuan tersebut.

"Bantuan ini dari Pertamina di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kami sangat prihatin atas musibah banjir di sini, semoga bapak-bapak, ibu-ibu diberi ketabahan. Kita berharap, banjir ini segera berlalu," kata Gatot saat menyerahkan bantuan di Kampung Seberang, Kecamatan Tamansari.

Bantuan juga disebarkan di Panti Asuhan Al Ikhlas Kelurahan Kejaksaan dan warga di pemukiman depan Taman Mandara, Kacangpedang, Pangkalpinang.

Pertamina memilih untuk menyalurkan langsung bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah banjir. Dia berharap, bantuan tersebut merata dibagikan kepada warga.

Ditambahkan Saharuddin, total bantuan yang dibagikan di empat titik senilai Rp 50 juta. Sebenarnya, kata Saharuddin, mereka akan memberikan selimut namun tidak ada stok yang dijual di Pangkalpinang.

"Barang-barang ini kita beli di Pangkalpinang dan harus segera dibagikan kepada warga kita. Ini bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat," tambah Saharuddin.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved