Breaking News:

Istri Perdana Menteri Israel Siksa Pembantunya

Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terbukti bersalah atas tuduhan penyiksaan seorang asisten rumah tangga.

Editor: fitriadi
Yonatan Sindel/Flash90
Sara Netanyahu, istri PM Israel. 

BANGKAPOS.COM, YERUSALEM - Istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terbukti bersalah atas tuduhan penyiksaan seorang asisten rumah tangga, Rabu (10/2/2016).

Dikatakan Haaretz, sang istri, Sara Netanyahu, dituntut oleh kepala pembantu kediaman PM Israel atas atas penyiksaan verbal dan fisik yang diterimanya.

Dalam kesaksiannya di persidangan, kepala pembantu bernama Meni Naftali itu mengaku merasa tertekan selama 20 bulan bekerja di kediaman Netanyahu.

Naftali mengatakan dirinya kerap dihina, dimaki, diolok-olok latar belakangnya yang dari Timur Tengah itu, serta dimarahi tanpa alasan oleh Sara.

Selain itu, menurutnya di rumah itu juga tidak jelas jam kerjanya, bahkan bisa nyaris 20 jam, karena sering dibebani permintaan aneh.

Ia sempat bercerita pernah dipaksa membeli susu kemasan pada pukul 3 pagi dan dimarahi Sara, yang melempar vas bunga ke lantai karena bunganya layu.

Atas pengakuan itu, Hakim Dita Pruginin di Pengadilan Industrial Kota Yerusalem akhirnya menyatakan Sara bersalah dengan tuduhan penyiksaan tersebut.

"Sara Netanyahu terbukti majikan yang menyiksa asisten rumah tangga seakan-akan mereka itu barang," ujar pengacara Naftali, Naomi Landau, mengapresiasi keputusan itu.

Naftali juga mendapat uang kompensasi sebesar Rp 586 juta, menurut Times of Israel.

Namun, pernyataan soal Sara kerap menyiksa pembantunya itu dibantah oleh pihak keluarga Netanyahu.

Dalam persidangan, pihak Netanyahu sempat berdalih Naftali tak mungkin diperlakukan buruk karena selama ia bekerja belum pernah ada keluhan soal itu.

Namun hakim menolak pembelaan itu, lantas mengklaim semua pekerja wajib memperoleh lingkungan kerja yang nyaman di manapun tanpa harus memintanya.

Sejak 2014, Sara sebenarnya sudah dilaporkan atas perlakuan buruk terhadap pembantu, namun kabar itu selalu disebut gosip belaka oleh pihak Netanyahu. (Times of Israel/Haaretz)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved