Kombes Krishna Murti Sering ke Kalijodo Sebelum Tangani Kasus Mirna

Akhir-akhir ini nama Kalijodo menjadi topik hangat berita-berita media.

Kombes Krishna Murti Sering ke Kalijodo Sebelum Tangani Kasus Mirna
KOMPAS.COM/IMANUEL MORE GHALE
Dua tokoh masyarakat Pejagalan, Ajis Ngemba (kemeja biru), dari Kalijodo, dan Jamal (jaket hitam), bertukar nomor ponsel setelah sepakat untuk berdamai di Mapolres Metro Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (21/3/2013). 

Untuk menjamin keamanan di lapangan, setiap bos mempekerjakan "tenaga keamanan" dalam jumlah yang cukup besar.

Menurut catatan Polsek Penjaringan kala itu, paling banyak adalah "anak buah" H Usman, sedikitnya 500 orang. Lainnya, antara 200-300 orang.

Maka, di Kalijodo terdapat sedikitnya 1.000 "tenaga keamanan" yang siap melakukan apa saja, bila ada yang mencoba mengganggu perjudian di situ.

Upah rata-rata setiap "anggota keamanan" sebesar Rp 30.000/malam.

Kawasan Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (9/2/2016) yang rencananya akan ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Warta Kota)

Menurut Krishna Murti, para "tenaga keamanan" itu umumnya datang dari luar Jakarta. Semisal dari Banten dan Makassar atau daerah lain di Sulawesi.

Ke Jakarta mencari pekerjaan. Tetapi, setelah lama tidak mendapat pekerjaan, mereka akhirnya "melapor" ke Kalijodo, kepada teman-teman mereka satu daerah yang sudah lebih dulu bergabung dengan bos dari daerah yang sama.

"Tidak ada sistem rekrutmen di situ," kata Krishna.

Mereka yang mau bergabung diterima saja, tanpa ikatan dan mendapat bayaran.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved