Tangis Haru Pecah Saat Jenazah Bupati Demak Tiba

Tangis haru pecah saat jenazah Bupati Demak, Dachirin Said tiba di rumah duka di Pendopo Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2016) sore.

Tangis Haru Pecah Saat Jenazah Bupati Demak Tiba
Tribun Jateng/Puthut Dwi Putranto
Istri Bupati Demak, Fatkhiyah pingsan saat tiba di rumah duka, Sabtu sore (13/2/2016). 

BANGKAPOS.COM, DEMAK - Tangis haru pecah saat jenazah Bupati Demak, Dachirin Said tiba di rumah duka di Pendopo Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2016) sore.

Istri Dachirin, Fatkhiyah yang ikut mendampingi mendiang suaminya menumpang ambulans dari Rumah Sakit Tlogorejo Semarang pingsan saat itu.

Fatkhiyah langsung dibawa masuk ke dalam kamar oleh pihak keluarga. Jenazah Dachirin dibawa masuk ke dalam rumah untuk didoakan.

Tampak satu per satu pihak keluarga mencium muka jenazah Dachirin. Setelah itu jenazah orang nomor satu di Kota Wali itu langsung dimandikan.

Untuk diketahui, Bupati Demak, Dachirin Said meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Tlogorejo, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2016) siang sekitar pukul 13.40 WIB. Jenazahnya disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Pendopo Kabupaten Demak.

Dachirin akan dimakamkan pada Minggu (14/2/2016) pagi sekitar pukul 09.00 WIB di komplek pemakaman Masjid Agung Demak. Makam Dachirin disampingkan dengan makam Bupati Demak terdahulu, Tafta Zani.

"Beliau meninggal karena alami sesak nafas. Saat ini masih dilakukan penyelesaian administrasi di Rumah Sakit Telogorejo, " kata Kabag Humas Pemkab Demak, Daryanto kepada Tribun.

Menurut Daryanto, Dachirin akan dimakamkan pada besuk Minggu (14/2/2016) di kompleks pemakaman Masjid Agung Demak.

"Beliau akan dimakamkan berdampingan dengan makam Bupati terdahulu Tafta Yani, " pungkas Daryanto.

Selama masa kepemimpinan terakhir, Dachirin absen berminggu-minggu karena menderita sakit. Bapak yang dikenal santun ini meninggalkan tiga orang anak.

Dachirin dahulunya merupakan Wakil Bupati Demak pasangan Bupati Demak, Tafta Zani untuk periode 2011 - 2016. Beliau lantas menjabat sebagai Bupati Demak menggantikan Tafta Zani yang meninggal dunia karena sakit. Dalam satu periode masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati ini, masyarakat Kota Wali telah kehilangan dua sosok pemimpin penting di wilayahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Jateng, Dachirin mengalami gangguan pernafasan karena menderita infeksi paru-paru.

Akibat kondisi ini Dachirin harus memakai alat bantu pernafasan (Ventilator).

Dachirin sempat dirawat di RSUD Sunan Kalijaga Demak hingga akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Tlogorejo.

"Sel darah putih menurun drastis. Sehingga kekebalan tubuhnya hilang. Kalau mau menyampaikan sesuatu beliau harus menulis. Dua minggu lebih dirawat di ICU RS Tlogorejo, " kata dr RSUD Kalijaga Demak, Beni Wijaya.

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved