Kak Seto Jenguk Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Anak Kandung

Di ruang tertutup, Kak Seto dipertemukan dengan pelaku yang merupakan ayah korban yaitu Firman, beserta Istrinya, Rohiatun serta anak sulungnya

Kak Seto Jenguk Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Anak Kandung
Bangkapos.com/Ajie Gusti Prabowo
Kak Seto saat berbincang dengan pelaku, istri dan anak sulung pelaku pembunuhan dua bocah saat berkunjung ke Polres Pangkalpinang, Minggu (14/2/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pihak Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mendatangi Polres Pangkalpinang terkait kasus pembunuhan dua bocah kakak adik oleh ayahnya sendiri, Minggu (14/2/2016).

Dewan Pembina Komnas Anak, Seto Mulyadi langsung datang bersama timnya untuk meninjau langsung terkait kasus yang membuat gempar Provinsi Kepulauan Babel.

Di ruang tertutup, Kak Seto dipertemukan dengan pelaku yang merupakan ayah korban yaitu Firman, beserta Istrinya, Rohiatun serta anak sulungnya yang masih duduk di bangku kelas II SMP, Fauzi.

Sekitar setengah jam, pria yang akrab disapa Kak Seto berbincang lebih kepada kehidupan anak sulung pelaku serta masa depannya nanti bagaimana.

"Kami sudah berbicara dengan pelaku, Istri dan anak sulungnya. Prinsipnya kami mencoba untuk menenangkan semuanya dan membantu menjamin pendidikan anaknya hingga lulus SMA," kata Kak Seto.

Apalagi menurut dirinya, Fauzi memiliki cita-cita menjadi seorang marinir.

"Tetap semangat belajar dan sudah hubungi pamannya untuk terus komunikasikan kepada kami, terkait motif kasusnya itu kewenangan Polres, yang terpenting kami melindungi anak agar apapun perbuatan orangtua jangan sampai berdampak pada anaknya," ujar Kak Seto.

Pihak Kepolisian Polres Pangkalpinang telah menetapkan tersangka kasus tewasnya dua kakak adik yang meninggal secara tidak wajar di Jalan Mustika Semabung Lama Pangkalpinang pada Rabu, 10 Februari 2015 pagi.

Ayah kandung korban yaitu Firman mengakui kepada pihak kepolisian bahwa telah melakukan pembunuhan tersebut.

"Hasil pemeriksaan kita dan melakukan visum luar dan dalam dengan berkoordinasi bersama Labfor Sumsel menyatakan bahwa kedua anak tersebut meninggal secara tidak wajar dengan hasil otopsi mati lemas karena pembengkakan," ujar Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi P, Kamis (11/2/2016).

Halaman
12
Penulis: tidakada012
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved