Kamis, 9 April 2026

Tidak Ada Bangunan Sekolah yang Rusak Akibat Banjir

Bangunan sekolah-sekolah di Kabupaten Bangka tidak ada yang terendam atau mengalami kerusakan akibat banjir.

Penulis: nurhayati | Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Nurhayati
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Padli. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Padli mengatakan musibah banjir yang melanda Kabupaten Bangka tidak separah Kota Pangkalpinang. Bangunan sekolah-sekolah tidak ada yang terendam atau mengalami kerusakan akibat banjir.

"Alhamdulillah tidak ada sekolah yang terendam akibat banjir. Kita sudah antisipasi masalah banjir," jelas Padli ketika dikonfirmasi bangkapos.com di DPRD Kabupaten Bangka, Senin (15/2/2016).

Hanya saja menurutnya, aktivitas beberapa sekolah terhambat karena akses jalan menuju ke sekolah tidak bisa dilewati.

Untuk itu bagi guru dan siswa yang sekolah saat banjir terjadi tersebut bersifat fakultatif.

"Tidak sampai seminggu mereka tidak sekolah paling hanya dua hari. Seperti di SDN 23 Kace sekolah di pakai untuk penampungan. Untuk kelas 1,2 dan 3 tidak sekolah tetapi kelas 4, 5 dan 6 sekolah, mengapa kelas 4,5 dan 6 sekolah karena akan menghadapi ujian ini," jelas Padli.

Diakuinya pasca banjir ini untuk anak-anak sekolah butuh bantuan buku tetapi yang bukunya basah atau hanyut terseret air ada yang masih bisa diselamatkan.
"Kita tidak begitu parah. Untuk buku cetak mereka ada di sekolah-sekolah, tinggal buku tulis saja tapi bisa ditanggulangi oleh orang tuanya," kata Padli.

Untuk saat ini, sudah aktivitas sekolah sudah normal dimana para siswa dan guru sudah bisa ke sekolah seperti biasanya.
Apalagi menurutnya banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman sehingga air cepat surut.

"Untuk aktivitas sekolah tidak ada kendala sudah normal kembali hanya hari Selasa (9/2/2016) dan Rabu (10/2/2016) sebagian siswa dan guru belum belajar karena akses kesekolah susah jadi fakultatif saja," kata Padli.

Saat banjir juga ia sempat mengumumkan melalui Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia agar siswa tidak bermain air karena khawatir hanyut terseret arus banjir. Apalagi siswa kelas 1 dan 2 saat banjir senang main air.

"Di Kotawaringin dan Sungaidua, lokasi sekolahnya aman tidak terendam air karena tinggi cuma akses jalan menuju sekolah itu, daripada anak hanyut saat ke sekolah lebih baik kita liburkan saja selama dua hari Selasa dan Rabu tetapi hari ketiganya sudah bisa masuk ke sekolah yang betul-betul bisa dilewati anak-anak," jelas Padli.

Menurutnya saat banjir terjadi juga dari pihak dinas pendidikan dan para guru mengumpulkan pakaian layak pakai dan juga sembako.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved