Kalijodo Masih Menggeliat di Malam Hari
Kawasan Kalijodo masih beroperasi seperti biasanya pada Selasa (16/2/2016) malam.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Aktivitas warga Kalijodo tetap ramai di kala malam hari.
Kawasan Kalijodo tepatnya di RT 07 / RW 10 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat masih beroperasi seperti biasanya pada Selasa (16/2/2016) malam.
Suasana tampak ramai dan para pengunjung berdatangan.
Pantauan Warta Kota di lokasi warung - warung seperti kios yang menjajakan minuman keras buka seperti biasanya.
Tempat hiburan malam dan lokasi biliard juga masih tetap beroperasi.
"Tamu sama pengunjung masih pada datang kok," ujar perempuan yang disebut Emak ini yang mempunyai warung kios minuman keras, saat ditemui di Kalijodo pada Selasa (16/2/2016) malam.
Perempuan yang usianya sekitar 40 tahun ini juga merasa sedih karena adanya rencana penertiban itu.
Ia juga bingung harus bagaimana menghadapi permasalahan ini.
"Saya di sini sudah 26 tahun, harusnya ada solusi yang baik juga untuk kami ini," ucapnya.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kawasan Kalijodo akan ditutup untuk sementara waktu. Daerah yang tersohor dengan praktek prostitusi ini juga akan dijaga ketat oleh pihak keamanan.
Namun, sesuai pengamatan Warta Kota, lingkungan Kalijodo masih kondusif hingga sampai saat ini. Tak ada ratusan petugas yang berjaga di kawasan tersebut.
PSK diberi pelatihan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menekankan, dia tidak sepakat dengan rencana pemberian pelatihan bagi para pekerja seks komersial (PSK) Kalijodo.
Sebab, dia melanjutkan, hal itu tidak sebanding dengan penghasilan yang mereka raih sebelumnya.
"(PSK) dilatih menjahit begitu, mana mau. Dulu mereka duduk-duduk, baring-baring saja sudah dapat Rp 200.000 per jam. Saya enggak mau solusi itu," ujar Basuki yang akrab disapa Ahok ini saat audiensi bersama mahasiswa Universitas Indonesia, di Balai Kota, Selasa (16/2/2016).
Bahkan, Ahok menyebut, hanya siraman rohani yang mampu membuat PSK kembali ke jalan yang benar.
"Kalau mau tobat, mereka harus dikasih tausiah. Kalau belum ketemu Tuhan, mereka enggak bisa berubah kayaknya," kata Ahok.
Basuki menyebut, ia sebelumnya pernah bekerja sama dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) untuk mempekerjakan para penghuni Rusun Muara Baru dan Marunda.
Mereka bekerja di pabrik dan mendapatkan gaji Rp 700.000 tiap bulannya.
"Mereka enggak maulah, biasa jadi tukang parkir dapat Rp 300.000 sejam. Kalau Anda mau hidup enak dan enggak kerja, kami masukin panti sosial," kata Ahok.
Pemerintah Kota Jakarta Utara sebelumnya menawarkan para PSK Kalijodo untuk alih profesi. Mereka akan mendapat pelatihan di Balai Tenaga Kerja. Setelah itu, mereka akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI. (Tribunnews/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kalijodo1_20160211_144220.jpg)