Aktivitas Dream for Freedom (D4F) Berhenti 20 Ribu Member di Babel Ditawari 2 Opsi

Sekretaris Nesia Babel, Amar Silangit menyebut saat ini pihaknya memiliki dua pilihan, berhenti atau meneruskan keanggotaan.

Aktivitas Dream for Freedom (D4F) Berhenti 20 Ribu Member di Babel Ditawari 2 Opsi
facebook
Logo Dream For Freedom (D4F) 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Sedikitnya 20.000 anggota Dream for Freedom (D4F) di Bangka Belitung terpaksa berhenti beraktifitas hingga Senin (22/2) mendatang. Hal itu menyusul keputusan PT Promo Indonesia Mandiri, perusahaan yang menaungi D4F, menutup akses ke website www.d4f- official.com sejak Selasa (16/2) lalu.

Sekretaris Nesia Babel, Amar Silangit menyebut saat ini pihaknya memiliki dua pilihan, berhenti atau meneruskan keanggotaan. Pilihan itu berdasarkan rapat yang diikutinya di Jakarta, kemarin.

"Kita punya dua pilihan, yang pertama jika rekan sudah tidak meneruskan maka akan kita kembalikan, contohnya jika deposit Rp 10 juta, sementara baru dibayarkan Rp 3 juta maka yang Rp 7 juta akan dikembalikan tanpa adanya bonus aktif dan pasifnya," kata Amar mewakili Ketua Nesia Babel, Rahman, saat dihubungi Bangka Pos, Kamis (18/2).

"(pilihan) Yang kedua dapat aktif dan pasif bonusnya, namun tetap harus melanjutkan pertumbuhan," lanjutnya.

Berusia 1 Tahun 10 Hari
- D4F masuk Babel pada 7 Februari 2015
- Saat ini anggotanya mencapai lebih dari 20 ribu orang
- Uang yang masuk ke D4F mencapai Rp 130 miliar lebih.
- Omzet per harinya rata-rata Rp 1 miliar.
- PT Promo Indonesia Mandiri mengumumkan offline sementara.
- Akses ke website www.d4f-official.com ditutup mulai Selasa (16/2) hingga Senin (22/2).

PT Promo Indonesia Mandiri mengumumkan offline sementara sejak Selasa (16/2). Pengumuman itu disebarkan melalui sosial media. KONTAN (Grup Bangka Pos) mendapatkan pengumuman itu dari sebuah akun di Facebook Jasebi (Jasa Sharing Bisnis).

Melalui pengumuman tersebut disampaikan telah terjadi ketidakseimbangan antara kontribusi / hasil yang diperoleh dari pertumbuhan partisipan baru maupun perkembangan unit bisnis yang ada. Hal itu menyebabkan sistem D4F kelebihan beban kewajiban.

Sekretaris Nesia Babel, Amar Silangit menyebut mandeknya pertumbuhan bisnis D4F dikarenakan sikap sebagian member yang di atas yang kurang tanggungjawab. Kondisi itu diperparah kondisi bisnis seperti loket nesia dan lainnya di dalam promo nesia yang belum bisa mendukung.

Terlepas dari itu, Amar menyebut manajemen merasa perlu adanya waktu perbaikan pada program yang didirikan dalam bisnis tersebut. "Artinya kita tetap bertanggung jawab pada member kita, dengan dua pilihan itu. Jika program kita tahu sendiri pasti selalu ada perbaikan," tegas Amar.

Dalam wawancara Bangka Pos pada Jumat (22/1) lalu, Ketua Nesia Babel, Rahman mengklaim ada sekitar 20 ribu warga Babel yang sudah bergabung D4F. Dia menyebut Komunitas Nesia D4F hadir di Babel pada 7 Februari 2015.

Halaman
12
Penulis: tidakada012
Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved