SBY Buka Suara : Rencana Revisi Undang-Undang Sampai Ada yang Minta Moratorium KPK
Presiden Republik Indonesia ke-6 itu mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun twitter resminya @SBYudhoyono.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengungkap jika langkah revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi sangatlkah berbahaya. Apalagi keputusan diambil melalui voting di DPR RI.
Presiden Republik Indonesia ke-6 itu mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun twitter resminya @SBYudhoyono.
"SBY jg sampaikan revisi UU KPK terlalu besar & berbahaya jk diputuskan lewat voting. DPR RI maupun Pemerintah dimohon agar tak tergesa-gesa," tulis SBY.
Lebih jauh menurutnya revisi itu dapat membuat konflik.
BACA : SOAL TAK PERNAH DIJAMAH SAIPUL JAMIL.... Ini JAWABAN DEWI PERSSIK
"SBY & Demokrat tolak draft revisi UU KPK krn bisa lemahkan KPK, dpt timbulkan dualisme, konflik otoritas di tubuh KPK & rawan intervensi," tulisnya.
Sementara itu ketika pertemuan di Cibubur dengan netizen, SBT blak-blakan jika ada yang datang minta pemberantasan korupsi oleh KPK diberhentikan.
"Dulu saudara-saudara, para netizen, ada yang datang ke saya, Pak SBY, sudahlah ini malah susah kalau KPK terlalu agresif begini, bikin saja moratorium," kata SBY dalam diskusi bersama netizen yang digelar DPP Partai Demokrat dengan topik 'Perlukah Revisi UU KPK', di Raffles Hils, Cibubur, Depok, Sabtu (20/2/2016).
SBY jg sampaikan revisi UU KPK terlalu besar & berbahaya jk diputuskan lewat voting. DPR RI maupun Pemerintah dimohon agar tak tergesa-gesa.
BACA : SOAL TAK PERNAH DIJAMAH SAIPUL JAMIL.... Ini JAWABAN DEWI PERSSIK
SOAL TAK PERNAH DIJAMAH SAIPUL JAMIL.... Ini JAWABAN DEWI PERSSIK===> http://goo.gl/ZBAaQZDewi Muria Agung alias Dewi...
Dikirim oleh Bangka Pos pada 20 Februari 2016
"Saya katakan, lebih bagus saya tidak jadi presiden kalau saya adakan moratorium dalam pemberantasan korupsi," kata SBY disambut tepuk tangan hadirin.
"Yang menyarankan juga masih ada sekarang. Tapi saya lupakan, biar menjadi bagian sejarah," tambahnya.
Dirinya menilai, ada pihak yang ingin "membunuh" KPK lantaran dianggap beraksi terlalu ekstrim.
"Karena dianggap too much. Dan terlalu jauh, malah membawa dampak negatif, sebagai mana yang pertama tadi everiting is prefect. Don't touch KPK. Biarkan, karena rakyat memberikan harapan yang tinggi kepada KPK," kata SBY.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sby-tolak-revisi-uu-kpk_20160220_223814.jpg)