Pembuatan KIA di Kabupaten Bangka Dianggarkan Tahun 2017

Kebijakan Kementerian Dalam Negeri untuk pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di daerah belum dilaksanakan di Kabupaten Bangka.

Pembuatan KIA di Kabupaten Bangka  Dianggarkan Tahun 2017
Bangka Pos / Nurhayati
Rahmat Gunawan, Kepala Dukcapil Kabupaten Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kebijakan Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di daerah-daerah belum dilaksanakan di Kabupaten Bangka.

Pasalnya pembuatan KIA ini untuk Kabupaten Bangka tidak termasuk kabupaten/kota yang menjadi percontohan untuk pelaksanaan KIA. Untuk itu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bangka rencananya akan melaksanakan penerapan pembuatan KIA pada tahun 2017 nanti.
Program KIA ini baru dimulai oleh pemerintah pusat tahun ini, sehingga sifatnya bukan wajib.

"Pembuatan Kartu Identitas Anak ini merupakan program pusat. Kita dari Kabupaten Bangka dak masuk, pemerintah pusat dari depdagri baru menganggarkan untuk 50 kabupaten/kota. Artinya kabupaten/kota di luar itu kita menganggarkan sendiri tanpa giliran menunggu dari pusat. Kita upayakan untuk Kabupaten Bangka tahun 2017," jelas Kepala Dukcapil Kabupaten Bangka Rahmat Gunawan saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (29/2/2016) di ruang kerjanya.

Dia mengatakan pada tahun 2017 nanti akan diajukan anggaran untuk pencetakan KIA. Kartu ini diberikan kepada anak usia nol hingga 17 tahun dimana nanti untuk penerbitan KIA dilakukan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran.

"Kita berikan kepada masyakat dimana untuk pembuatannya tetap gratis. Selama ini orang tua kalau mau mengurus administrasi anak kan belum punya KTP harus bawa KK kan repot. Tapi kalau sudah punya kartu identitas anak tidak repot," kata Rahmat.

Menurutnya, syarat pembuatan KIA ini tidak repot cukup membawa akta kelahiran anak. Selain itu bagi anak usia lima tahun ke bawah tidak perlu melampirkan foto, sedangkan untuk lima tahun ke atas melampirkan foto.
"Kita belum melaksanakan masih menganggarkan untuk pembuatan kartunya tahun 2017," jelas Rahmat.

Berdasarkan data Dukcapil Kabupaten Bangka lanjutnya untuk jumlah anak usia nol hingga 18 tahun di Kabupaten Bangka yang telah memiliki akta kelahiran sebanyak 103.201 orang.

"Untuk anak usia sekolah di Kabupaten Bangka yang telah memiliki akta kelahiran sebanyak 83,67 persen atau sebanyak 86.353 tetapi karena SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan-red) baru kita jalankan 2011, jadi tahun-tahun sebelumnya harus kami data lagi biar masuk online jadi kami sudah entry data," kata Rahmat.

Data tersebut menurutnya untuk target nasional SIAK pada tahun 2015 sebesar 75 persen dimana untuk Kabupaten Bangka sudah melebihi target nasional.

Ia mencontohkan, dari informasi yang diperolehnya untuk Kabupaten Bangka Tengah sudah menganggarkan dana guna pembuatan KIA pada tahun 2016 untuk cetak form KIA tetapi belum berani dilaksanakan karena masih menunggu form resmi dari pemerintah pusat.

"Spesifik blangko dengan isi dak sama dengan permendagri yang terbaru sehingga mereka tunda. Artinya masih ada keuntungan kita tidak mubasir jika sudah dicetak blangko. Sebaliknya kalau lah dicetak mubasir pula jadi kita tunggu dulu spesifikasi blangko," jelas Rahmat.

Ia belum mengetahui pasti berapa anggaran yang akan disiapkan tahun 2017 untuk pembuatan KIA karena masih akan diajukan pada anggaran tahun depan sesuai dengan spesifikasi dan aplikasi dari pemerintah pusat. Namun dia menyarankan ke depan dengan adanya KIA ini bisa bekerjasama dengan perusahaan seperti Gramedia, KFC, Metro Friend Chinken, dan lainnya guna memberikan diskon harga jika berbelanja disana.

"Itu pengembangan insentifnya untuk anak yang punya KIA. Kita belum mulai mudah-mudahan 2017 bisa," saran Rahmat.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved