Breaking News:

Ini yang Harus Diwaspadai Masyarakat Ketiak Terjadi Gerhana Matahari

Masyarakat diimbau menggunakan kacamata saat menyaksikan matahari mulai muncul dan bulan bergeser ketika terjadi gerhana.

Editor: fitriadi
Ben Cooper
Gerhana Matahari total sebagai bagian dari gerhana Matahari hibrid diabadikan dari wilayah Atlantik pada Minggu (3/11/2013). 

BANGKAPOS.COM, PONTIANAK - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Pontianak, Muzirwan mengatakan peristiwa bulan menutupi matahari saat terjadi gerhana memang tidak menimbulkan dampak berarti.

Namun, menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah ketika matahari mulai muncul dan bulan bergeser. Saat itulah sinar matahari bila dilihat tanpa bantuan alat dapat mengganggu fungsi retina mata manusia.

"Dampaknya memang tidak dirasakan pada saat itu juga, tetapi dikuatirkan dalam jangka waktu beberapa minggu atau bulan kemudian baru terasa," ujarnya di Pontianak, Rabu (2/3/2016).

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau masyarakat tidak terlalu terlena saat mengamati gerhana matahari sebab ada fase-fase tertentu yang harus diwaspadai seperti yang disebutnya.

Pemerintah Kota Pontianak mengimbau kepada warga kota itu agar tidak melihat gerhana matahari dengan "mata telanjang" tetapi menggunakan alat bantu, seperti teropong dan kaca mata khusus untuk menghindari kerusakan mata.

"Pemkot dan Lapan akan menyiapkan fasilitas teropong dan kaca mata khusus di Komplek Masjid Raya Mujahidin bagi warga yang ingin menyaksikan detik-detik fenomena alam yang sangat langka ini," kata Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Alasannya, pada saat detik-detik gerhana matahari, ketika bulan mulai bergeser dan lidah cahaya matahari mulai terlihat, maka pancaran sinar itu dapat merusak retina mata.

"Masyarakat hendaknya berhati-hati ketika melihat gerhana matahari nanti karena lidah cahaya matahari yang terpancar saat gerhana itu terjadi dapat merusak retina mata," ungkapnya.

Ia menjelaskan, khusus di Masjid Raya Mujahidin juga akan digelar shalat sunnah gerhana matahari, 9 Maret 2016.

Menurut dia, Pemkot dan Lapan Pontianak akan menyiapkan dua titik lokasi pengamatan gerhana. "Kami memberi ruang kepada warga untuk dua titik pengamatan gerhana matahari, yakni di Kantor Lapan Pontianak dan Masjid Raya Mujahidin," ujarnya.

Edi mengajak para pelajar untuk mempelajari ilmu sains serta menggali informasi lebih dalam terkait gerhana matahari termasuk dampak yang ditimbulkannya bila dilihat dengan mata telanjang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved