Belasan Buaya Kolong Gudem Marah

Kawanan buaya di Kolong Gudem Desa Pemali Kecamatan Pemali Bangka, masih diburu.

Belasan Buaya Kolong Gudem Marah
bangkapos.com/Fery Laskari
Kolong Gudem Desa Pemali, habitat buaya 

Laporan Wartawan Bangka, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kawanan buaya di Kolong Gudem Desa Pemali Kecamatan Pemali Bangka, masih diburu.

Diperkirakan masih belasan ekor predator di kawasan ini, setelah satu diantaranya berhasil dipancing.

Tami (40), warga Desa Pemali dihubungi Bangkapos.com, Rabu (9/3/2016) malam memastikan perburuan terus dilakukan. Alasannya, buaya-buaya ini hidup di kolong yang berada dekat pemukiman.

"Masih terus dipancing," kata Tami kepada Bangkapos.com, Rabu (9/3/2016) malam.

Namun kata Tami, upaya menangkap buaya di hari kedua dan ketiga mengalami kesulitan. Berbeda saat pancing ditebar pada hari pertama, Senin (7/3/2016) lalu, seekor buaya langsung memakan pancing.

Tami memprediksikan, kawanan buaya ini marah karena seekor 'teman' mereka berhasil ditangkap, tiga hari lalu. Karena alasan itu pula Tami yakin butuh 'mantra' khusus untuk menaklukan buaya lainnya.

"Spradik-spradik baye agik marah, nek dimantra-mantra dulu aik e. Kelak men dapet agik pacak ngabar e (kawanan buaya masih marah, harus dibaca mantra dulu kolongnya. Nanti kalau dapat buaya lagi kami khabari -red)," katanya.

Dilansir sebelumnya disebutkan, seekor buaya berhasil ditangkap oleh warga Jl Srikandi Desa Pemali, Senin (7/3/2016).

Buaya ini dipancing oleh Yudi alias Jos (40), pemilik rumah bibir kolong bekas tambang timah (TI) Gudem. Jos dan warga kemudian mengikat buaya tadi agar tak menyerang warga.

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved