Kisah Haru Windu Sunting Kekasihnya di Rumah Sakit saat Kakinya Diamputasi
Sebuah ruang tindakan di RSUP Dr Sardjito, Ruang Cendana 1, menjadi saksi bisu acara sakral yang menyatukan dua insan ini.
BANGKAPOS.COM, SLEMAN - Tak ada seorang pun yang menginginkan acara pernikahannya digelar di rumah sakit.
Itu juga yang dirasakan Yuniar Dias Sutisna, wanita yang telah resmi dipersunting Windu Cahyo Saputro, pasien kecelakaan lalu lintas, yang harus merelakan kaki kanannya diamputasi.
Keadaan Windu yang masih dalam perawatan dokter, tak bisa membuat keduanya menggelar akad dan pesta pernikahan sebagaimana mestinya.
Sebuah ruang tindakan di RSUP Dr Sardjito, Ruang Cendana 1, menjadi saksi bisu acara sakral yang menyatukan dua insan tersebut.
Yuniar mengaku, keadaan Windu saat ini tak mengubah perasaannya pada pria yang ia cintai sejak di SMA itu.
"Hanya kondisi fisiknya yang berbeda, namun orangnya masih sama," ucap Yuniar sembari menatap ke arah Windu, sambil tak kuasa menahan keharuannya.
Ia menambahkan, rencana awal, usai menikah, keduanya akan berpindah ke Palangkaraya untuk membuka usaha di sana dan memulai hidup baru di luar Jawa.
"Belum tahu nantinya akan menetap di mana. Sementara ini, dia masih harus meneruskan pengobatan di sini dulu (Yogya, red) dan aku kembali ke Palangkaraya untuk bekerja. Cuma nantinya pasti ajan sering pulang ke sini," tuturnya.
Di mata Yuniar, Windu merupakan sosok yang baik, sabar, dan pekerja keras.
Ia berjanji, akan selalu memberikan dukungan untuk menguatkan Windu dalam menjalani hari-hari bersamanya.
Tekad dan keinginan yang kuat untuk segera memperistri sang pujaan hati, membuat Windu Cahyo Saputro, pasien kecelakaan lalu lintas di RSUP Dr Sardjito menggelar pernikahan di Ruang Cendana 1, Sabtu (12/3/2016).
Windu yang mengelami kecelakaan lalu lintas sejak 10 Februari 2016 silam, terpaksa kehilangan kaki kanannya yang diamputasi akibat kejadian naas tersebut.
Rencana pernikahan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, membuat kedua mempelai tetap melangsungkan pernikahan pada hari yang ditetapkan ini, yakni Sabtu, 12 Maret 2016.
Sebelum sah menjadi suami Yuniar Dias Sutisna, terlebih dahulu Windu Cahyo Saputro, berlatih membaca ijab kabul bersama Sutisno, sang ayah mertua, Sabtu (12/3/2016).
Berbekal secarik kertas di tangannya, Windu berhasil menyelesaikan kalimat yang harus ia ucapkan saat ijab kabul tersebut.
Walaupun akad nikah dan perayaan resepsi pernikahan digelar dalam keadaan yang serba terbatas, namun tetap tak mengurangi kebahagiaan keduanya yang kini resmi berstatus suami istri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/nikah_20160313_130739.jpg)