54 Mahasiswa Babel Uji Nyali Debat Bahasa Indonesia

Sebanyak 54 mahasiswa akan mengikuti Lomba Debat Bahasa Indonesia antar mahasiswa se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

54 Mahasiswa Babel Uji Nyali Debat Bahasa Indonesia
Istimewa
Para pemenang Lomba Debat Bahasa Indonesia tahun 2015 mendapatkan piala dan penghargaan dari panitia Lomba Debat Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Gedung Timah II UBB.

Laporan Wartawan Dodi Hendriyanto

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 54 mahasiswa akan mengikuti Lomba Debat Bahasa Indonesia antar mahasiswa se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lomba debat ini terbagi dalam 18 tim. Babak penyisihan hingga final akan digelar di Hotel Puncak Pangkalpinang, Senin-Selasa (21-22/3/2016).

Ke 18 tim debat tersebut terdiri dari enam tim dari UBB, masing-masing tiga tim Poltekes dan STAIN SAS Babel, selanjutnya masing-masing dua tim dari STIE Pertiba dan STKIP Muhammadiyah. Sementara itu sisanya masing-masing satu tim dari Polman dan STIE IBEK.

Pada hari pertama, ke 18 tim debat mahasiswa ini akan uji nyali kemampuan mempertahan argumen masing-masing terhadap materi debat yang telah diberikan pihak panitia Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada babak penyisihan ini akan diseleksi 8 tim terbaik masuk bapak perempat final.

"Beragam problematika dalam dunia bahasa dan sastra akan diperdebatkan secara kritis oleh para peserta mengikuti sistem yang telah ditentukan panitia," ujar Feri Pristiawan, Ketua Panitia Lomba Debat Bahasa Indonesia, Minggu (20/3/2016) siang.

Menurut Feri yang juga staf di Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Babel ini, lomba debat menuntut para peserta untuk mampu mengutarakan pendapat yang logis dan kreatif seputar permasalahan bahasa dan sastra.

Lomba debat ini dikemas menggunakan sistem parlemen Australia. Akan ada dua tim yang saling bertanding sebagai pihak pro dan kontra dengan masing-masing tim terdiri dari tiga orang.

Waktu bicara yang dapat dipergunakan oleh setiap pembicara selama lima menit, dan ditambah tiga menit untuk satu pembicara penutup.

Dalam sistem ini sanggahan tidak diizinkan dilakukan ketika pembicara lawan sedang berbicara, sehingga semua poin sanggahan dan bantahan hanya dapat dilakukan pada waktu bicara yang telah dialokasikan bagi setiap peserta.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved