Minggu, 12 April 2026

Reaksi Rio Haryanto soal Insiden Tabrakan dan Hukuman yang Didapatnya

Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, menyatakan bahwa penalti yang didapatkannya terasa berat.

Editor: fitriadi
Super Ball/Feri Setiawan
Pembalap Formula 1 Indonesia Rio Haryanto menaiki tunggangannya saat Jumpa Pers di Jakarta, Senin (14/3/2016). Rio Haryanto akan segera berlaga dalam ajang Formula 1 Melbourne pada 18-20 Maret 2016 mendatang. Super Ball/Feri Setiawan 

BANGKAPOS.COM, MELBOURNE - Pebalap Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, menyatakan bahwa penalti yang didapatkannya terasa berat.

Hukuman ini diterima Rio setelah menabrak pebalap Haas Ferrari, Romain Grosjean pada sesi latihan ketiga, Sabtu (19/3/2016).

Steward menganggap, Rio tidak memerhatikan mobil yang datang dari arah kiri dan sudah berada dalam jalur cepat. Oleh karena itu, Rio mendapat hukuman tiga grid dan dua poin penalti.

"Penalti ini berat, terutama dua poin penalti. Tetapi, saya harus menerimanya karena ini sudah menjadi keputusan Federasi Otomotif Internasional (FIA)," kata Rio, seperti dilaporkan jurnalis BOLA dan JUARA, Arief Kurniawan, di Melbourne, Sabtu (19/3/2016).

Rio kembali memacu MRT05 nomor 88 tidak lama setelah insiden tersebut. Namun, Grosjean harus menunggu perbaikan mobil dan memasuki lintasan pada 30 menit terakhir latihan.

"Saya menerima kepastian penalti beberapa menit setelah dipanggil Steward untuk menjelaskan kondisi yang terjadi. Saya benar-benar tidak melihat Grosjean karena fokus saya ke arah kanan," tutur Rio.

"Akan tetapi, tiba-tiba saja ada mobil dari arah kiri dan karena jarak di pit lane itu kecil saya tidak bisa memberinya ruang sehingga terjadilah tabrakan," kata Rio.

Dengan sayap depan baru, Rio akhirnya mengikuti babak kualifikasi pada hari yang sama. Dia mencatat waktu 1 menit 29, 627 detik dan unggul 0,15 detik dari rekan satu timnya di Manor Racing, Pascal Wehrlein.

"Untuk hasil kualifikasi saya rasa cukup baik. Semula saya berencana membuat dua kali lap time, tetapi kehabisan waktu," ucap Rio.

Pada sesi balapan yang akan berlangsung, Minggu (20/3/2016), Rio akan start di posisi ke-22. Start paling depan adalah pebalap Mercedes asal Inggris, Lewis Hamilton.

 Harus bisa menyalip 12 pebalap

Pebalap Indonesia, Rio Haryanto mendapatkan tantangan berat pada balapan pertama di awal kariernya menjadi pebalap Formula satu. Rio harus menjalani start paling belakang karena terkena hukuman.

Meski demikian, Rio tetap bersuka cita menyambut balapan pertamanya yang digelar di sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (20/3).

Rio tetap merasa percaya diri dan yakin pada kemampuannya. Dengan doa dan dukungan para pendukung di tanah air, Rio merasa bisa lebih kuat pada sesi balapan.

Karena harus start paling belakang, untuk bisa mendapat poin, pebalap tim Manor Racing itu harus menyalip minimal 12 pebalap di balapan Formula 1 Australia. (Kompas.com/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved