Alhamdulillah Kami Bisa Jadi Juara

Alhamdulillah Ya Allah, terimakasih kami jadi juara. Ucap syukur ini seketika meluncur dari mulut Wikan Kurniawati

Alhamdulillah Kami Bisa Jadi Juara
bangkapos.com/dody h
Para juara dan juri berfoto bersama Kepala Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs Hidayatul Astar MHum, usai pengumuman pemenang Lomba Debat Bahasa Indonesia antar Mahasiswa se Bangka Belitung, di Hotel Puncak Pangkalpinang, Selasa (22/3/2016).

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Alhamdulillah Ya Allah, terimakasih kami jadi juara. Ucap syukur ini seketika meluncur dari mulut Wikan Kurniawati, usai Feri Pristiawan, Ketua Panitia Lomba Debat Bahasa Indonesia, mengumumkan Tim STKIP Muhammadiyah-B sebagai jawara, pada babak final Lomba Debat Bahasa Indonesia antar mahasiswa se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (22/3/2016) sore.

Tidak saja Wikan yang terharu mengucapkan syukur, Depri dan M Arif Agitian rekan se tim Wikan bahkan langsung sujud syukur di lantai 7 Hotel Puncak Pangkalpinang, tempat Lomba Debat Bahasa Indonesia berlangsung dua hari ini.

Ke enam juri, terdiri dari Drs Hidayatul Astar Mhum Kepala Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Babel, Dodi Hendriyanto News Manager Bangka Pos, Agus Hendrayadi Pimred Rakyat Pos, Alex Arfandi Guru SMAN 3 Pangkalpinang, Mutaqin Guru SMAN 4 Pangkalpinang serta Sarman Spd Staf Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Babel, sepakat menetapkan Tim STKIP Muhammadiyah-B sebagai juara pertama, kemudian disusul juara kedua Tim UBB-B, juara ketiga UBB-D, dan juara harapan wakil dari STIE Pertiba-B.

"Alhamdulillah kita akhirnya berhasil memilih sang juara. Semoga Tim STKIP Muhammadiyah ini nantinya bisa lebih berjaya saat lomba di tingkat regional nanti," ujar Drs Hidayatul Astar MHum, Kepala Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat rapat penentuan hasil tim juri, Selasa (22/3/2016) malam.

Selama dua hari perlombaan ini, tiga sekawan ... ini, akhirnya berhasil mengungguli 17 Tim Debat Mahasiswa lainnya se Bangka Belitung. Penampilan ketiga pembicara ini selama babak final membuat mereka mampu "merayu" para juri untuk menjatuhkan pilihan kepada mereka.
Selama lebih dari empat jam empat tim finalis Lomba Debat Bahasa Indonesia antar mahasiswa se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berusaha "merayu" lima juri.

Dua tim diantaranya merupakan wakil dari Universitas Bangka Belitung (UBB), satu tim dari STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung dan satu tim lagi wakil dari STIE Pertiba. Keempat tim ini berhasil lolos ke babak final setelah melalui babak penyisihan sebanyak 18 tim, kemudian babak perempat final sebanyak delapan tim dan semifinal-final sebanyak empat tim.

"Kami tidak setuju jika pejabat wajib menggunakan bahasa Indonesia ketika berpidato di negara lain. Karena bagaimana orang mau mengerti apa yang disampaikan pejabat tersebut. Kita harus menghormati dimana kita berada saa kita berbicara," ujar Abdurrahman, pembicara dari Tim UBB-D saat berdebat melawan Tim UBB-B.

Setiap pembicara dalam satu tim harus bisa memanfaatkan jatah waktu lima menit yang diberikan pihak panitia Lomba Debat Bahasa Indonesia Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Jika dibandingkan perlombaan serupa tahun lalu, tim-tim yang ikut sekarang ini sudah cukup baik. Hanya saja, seringkali ketiga pembicara dalam satu tim tidak konsisten antara argumen pembicara pertama, kedua dan ketiga," ujar Feri Pristiawan.

Pada babak perempat final yang dilaksaakan mulai pukul 08.30 WIB-11.30 WIB, empat tim terbaik lolos semifinal sekaligus final Lomba Debat Bahasa Indonesia antar mahasiswa se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selanjutnya setelah selesai istirahat, ke empat tim ini kembali menguji nyali untuk memperebutkan posisi juara 1, 2, 3 dan 4. Babak semifinal sekaligus final ini dimulai pukul 13.30 WIB. Untuk sistim perlombaan final ini menggunakan sistim kompetisi penuh, dimana setiap tim akan menjalani tiga kali lomba debat.

"Untuk final ini agak beda. Kalau penyisihan dan semifinal tadi kita menggunakan sistim satu kali lomba, dimana nilainya kita ranngkingkan berdasarkan urutan teratas hingga terakhir. Nah untuk semifinal ini semua tim akan bertemu. Tugas juri adalah merangking total nilai dari seluruh pertemuan tim tersebut," ujar Feri Pristiawan.

Lomba debat ini dilaksanakan selama dua hari. Sebanyak 54 mahasiswa yang terbentuk dalam 18 tim mengikuti lomba debat. Ke 18 tim debat tersebut terdiri dari enam tim dari UBB, masing-masing tiga tim Poltekes dan STAIN SAS Babel, selanjutnya masing-masing dua tim dari STIE Pertiba dan STKIP Muhammadiyah. Sementara itu sisanya masing-masing satu tim dari Polman dan STIE IBEK.

Pada hari pertama, ke 18 tim debat mahasiswa tersebut diuji nyali kemampuan mempertahan argumen masing-masing terhadap materi debat yang telah diberikan pihak panitia Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada babak penyisihan ini diseleksi delapan tim terbaik masuk bapak perempat final. Selanjutanya juri memilih empat tim terbaik masuk ke babak semifinal dan final.

"Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini. Sehingga kita berhasil memilih Tim terbaik yang akan menjadi wakil Bangka Belitung untuk mengikuti debat bahasa indonesia ke tingkat regional nanti,"ujar Feri.

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved