Empat Finalis Debat Mahasiswa Rayu Lima Juri

Kami tidak setuju jika pejabat wajib menggunakan bahasa Indonesia ketika berpidato di negara lain.

Empat Finalis Debat Mahasiswa Rayu Lima Juri
bangkapos.com/dody h
Seorang pembicara dari Tim STIE Pertiba mengemukakan argumentasinya terhadap mosi dari pihak lawan, dan berusaha meyakinkan para juri untuk menyetujui argumentasi yang disampaikannya. Babak final Lomba Debat Bahasa Indonesia antar mahasiswa ini dilaksanakan di Hotel Puncak, Selasa (22/3/2016).

Laporan wartawan bangka pos, dodi hendriyanto

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Selama lebih dari tiga jam empat tim Lomba Debat Bahasa Indonesia antar mahasiswa se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berusaha "merayu" lima juri, di Hotel Puncak Pangkalpinang, Selasa (22/3/2016) sore.

Dua tim diantaranya merupakan wakil dari Universitas Bangka Belitung (UBB), satu tim dari STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung dan satu tim lagi wakil dari STIE Pertiba. Keempat tim ini berhasil lolos ke babak final setelah melalui babak penyisihan, babak perempat final dan semifinal.

"Kami tidak setuju jika pejabat wajib menggunakan bahasa Indonesia ketika berpidato di negara lain. Karena bagaimana orang mau mebgerti apa yang disampaikan pejabat tersebut. Kita harus menghormati dimana kita berada saa kita berbicara tersebut," ujar Abdurrahman, pembicara dari Tim UBB-D.

Setiap pembicara dalam satu tim harus bisa memanfaatkan jatuh lima menit yang diberi oleh pihak panitia Lomba Debat Bahasa Indonesia Kantor Bahasa Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Jika dibandingkan perlombaan serupa tahun lalu, tim-tim yang ikut sekarang ini sudah cukup baik. Hanya saja, seringkali ketiga pembicara dalam satu tim tidak konsisten antara argumen pembicara pertama, kedua dan ketiga," ujar Feri Pristiawan, Ketua Panitia Lomba Debat Bahasa Indonesia, Selasa (22/3/2016) sore.

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved