Breaking News

Karyawan Beberkan Kondisi Pekerja Tambang PT MSP

Hendra Gunawan, perwakilan karyawan PT MSP menjelaskan alasan mereka demo menuntut gaji dan setoran BJS.

Karyawan Beberkan Kondisi Pekerja Tambang PT MSP
Bangkapos.com/Fery Laskari
Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hendra Gunawan (40), perwakilan karyawan PT Mitra Stania Prima (MSP) menjelaskan alasan mereka demo di kantor perusahaan peleburan timah (smelter) di Jelitik, Sungailiat itu, Rabu (23/3/2016).

"Tuntutan kami orang pertama gaji tolong dikeluarkan, sudah dua bulan tak dibayar. Kedua, perusahaan ini maju mundurkah? Terakhir, kalau memang maju gimana administrasinya. Kalau mundur administrasi kami orang seperti apa yang akan dikeluarkan perusaahaan (MSP). Tolong dipertegas," kata Hendra Gunawan kepada wartawan menjelang demo di halaman kantor smelter MSP di Jeliti Sungailiat, Rabu (23/3/2016).

Hendra menyebutkan, dia dan sejumlah karyawan pekerja tambang MSP di Desa Mapur Riausilip merasa dirugikan.

"Masalahnya posisi karyawan digantung, kami nggak kerja (dua bulan ini di tambang MSP di Mapur) tapi kami disuruh datang (ke tambang MSP Mapur). Kalau kami tidak datang ke tambang, kami dikasih SP (surat peringatan). Padahal kita datang ke tambang di Mapur butuh biaya, sedangkan gaji tidak dibayar sama sekali sudah dua bulan," katanya.

Hendra menyebut, tambang timah di Mapur tempat mereka bekerja milik pengusaha di Jakarta.

"Tambang di Mapur tempat kami kerja punya Hasyim Prabowo, adeknya Prabowo, namanya PT MSP Membre of Arsari Group. Kalau tempat kami demo ini, namanya MSP juga (satu group), ini bagian smelter, kalau tempat kami kerja bagian tambang," kata Hendra.

Penulis: ferylaskari
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved