Wanita WNI dan Putrinya Korban Bom Bandara Brussels Masih Koma
Seorang wanita dan dua anaknya asal Indonesia jadi korban bom di Brussels.
BANGKAPOS.COM, BRUSSELS -- Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels memperoleh informasi bahwa terdapat tiga WNI yang terluka akibat serangan bom bunuh diri di Bandara Zaventem, Brussels, Selasa (22/3/2016).
Ketiganya adalah seorang ibu rumah tangga bernama Meilissa Aster Ilona beserta dua anaknya, Lucie Vansilliette dan Philippe Vansilliette.
Dalam pernyataannya, KBRI mengatakan, hingga Rabu (23/3/2016), Meilissa dan putrinya, Lucie, masih dalam keadaan koma, sedangkan Philippe dalam keadaan stabil.
Mereka dirawat di rumah sakit Universitas Hospital Leuven, sekitar 20 menit di luar ibu kota Brussels.
Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI, pada saat ledakan bom terjadi Meilissa Aster dan keluarganya berada di bandara untuk menunggu penerbangan ke Indonesia.
Dalam perkembangan lainnya, media-media Belgia melaporkan kedua penyerang di Bandara Zavantem adalah abang beradik, Khalid dan Ibrahim el-Bakraoui.
Dengan mengutip sumber polisi, stasiun RBTF menyebutkan Ibrahim sebagai pengebom bunuh diri di bandara yang menewaskan 14 orang.
Sementara Khalid adalah pengebom bunuh diri di stasiun kereta bawah tanah di Maelbeek, dengan korban jiwa 20 orang.
Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah mengeluarkan pernyataan lewat internet bahwa mereka berada di belakang serangan Brussels.
Serangan dirancang di Suriah
Aparat intelijen di Irak mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sumber-sumber di Kota Raqqa, Suriah, Kelompok Islam Iran dan Suriah sudah merancangkan serangan teror sejak bulan lalu.
Mereka memang menyasar bandar udara dan stasiun kereta dalam serangannya itu.
Pejabat intelijen itu mengungkapkan kepada Kantor Berita the Associated Press, Selasa (22/3/2016), mengaku sudah mengirimkan peringatan kepada negara-negara di Eropa terkait ancaman itu.
"Tapi sebenarnya, Brussels awalnya bukan bagian dari semua rencana tersebut kala itu," ungkap pejabat tersebut.
Dia menduga, ISIS mengubah target serangan mereka pada kesempatan terakhir ke Kota Brussels di Belgia. "Ini terkait dengan penangkapan Salah Abdeslam, pelaku serangan Paris yang dibekuk di Brussels, hari Jumat lalu," kata dia lagi.
Senada dengan itu, pejabat senior intelijen di Irak lainnya mengatakan, ISIS memang berada di balik serangan mematikan di Brussels tersebut.
"Serangan itu dirancang di Raqqa sejak dua bulan lalu, dan ada tiga pelaku peledakan bom bunuh diri yang melakukan serangan," kata dia.
Pejabat tersebut meminta nama dan identitasnya dirahasiakan, karena seluruh informasi yang diungkap terkait penyelidikan yang masih bergulir.
Hari berkabung
Belgia menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari menyusul serangan mematikan itu.
"Seluruh bendera di gedung-gedung pemerintahan dan umum akan dikibarkan setengah tiang hingga Kamis mendatang," ungkap juru bicara Perdana Menteri Belgia Charles Michel, Frederic Cauderlier, seperti dirilis Kantor Berita AFP.
Sementara, Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan kontak telepon dengan Charles Michel untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa atas serangan bom di dua tempat di Kota Brussels.
Informasi itu diungkapkan pihak Gedung Putih seperti dilansir Kantor Berita Reuters. "Presiden menegaskan kembali dukungan AS untuk Belgia," ungkap pihak Gedung Putih.
Disebutkan, Obama pun menawarkan bantuan investigasi untuk mengungkap dalang di balik serangan mematikan itu. "Demi membawa mereka yang bertanggungjawab ke muka hukum," kata Obama seperti dikutip staf Gedung Putih.
Diberitakan sebelumnya, serangan kembar terjadi di bandara utama Zaventem dan satu ledakan di stasiun metro Maalbeek, melukai lebih dari 130 orang terluka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bom_20160323_122329.jpg)