Oknum Aparat Cari Duit Rokok di TI Perimping, Ajak Wartawan Berkoordinasi

wartawan lokal di Bangka Belitung, beberapa kali dihubungi oknum aparat yang diduga nyanting pasir timah di TI apung di depan Jembatan Perimping.

Oknum Aparat Cari Duit Rokok di TI Perimping, Ajak Wartawan Berkoordinasi
Bangkapos.com/Riyadi
TI apung rajuk di depan Jembatan Perimping Kecamatan Riausilip, Senin (15/2/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktifitas TI apung ilegal di Sungai Perimping tepatnya di depan Jembatan Perimping Kecamatan Riausilip, diduga juga menjadi tempat atau ajang cantingan, yang dilakukan oknum aparat.

Seperti yang terjadi Rabu (30/3/2016) malam. Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya berteruas terang mengungkapkan, saat TI apung beroperasi di depan Jembatan Perimping, sempat ada oknum aparat penegak hukum, melintasi jembatan Perimping untuk melakukan patroli rutin di sekitar Desa Riau dan Berbura.

Sampai di Jembatan Perimping (antara Dusun Sinar Gunung Desa Riau-Dusun Bernai Desa Berbura), oknum tadi langsung turun dan mendatangi lokasi tempat aktifitas TI apung tersebut.

Namun oknum aparat tadi, bukannya merazia aktifitas TI apung ilegal depan Jembatan Periming, tapi malah nyanting pasi timah ke sakan-sakan TI apung.

"Dia (oknum) bilang, cari untuk uang rokok saja. Saya minta tolong ke ikak (kamu, wartawan) jangan tulis namaku," ujar warga tersebut kepada bangkapos.com Kamis (31/3/2016).

Seorang wartawan lokal di Bangka Belitung, juga beberapa kali dihubungi oknum aparat yang diduga nyanting pasir timah di TI apung di depan Jembatan Perimping.

"Saya kan terima laporan dari warga setempat, warga yang juga bekerja di TI apung tadi, secara diam-diam menghubungi saya, bahwa semalam (Rabu malam) pas dia bekerja di TI apung itu, didatangi oknum anggota (aparat penegak hukum), oknum tadi nyanting pasir timah, alasannya untuk beli rokok," kisah wartawan tersebut.

Ia mengemukakan, setelah diketahui identitasnya, maka oknum aparat yang nyanting tersebut, terus menelpon. Oknum itu awalnya setengah marah, kenapa sampai namanya ketahuan awak media.

"Anehnya dia mengakui, bahwa datang ke TI apung, hanya untuk cari duit rokok saja (dengan cara nyanting timah). Dia dari pagi sampai sore (kemarin) terus nelpon saya, terakhir dia tanya siapa saja wartawan yang ada di Riausilip, siapa saja atau pihak mana saja yang bisa diajak kerjasama terkait operasional TI apung Perimping, saya jawab dengan tegas, ingat! ya, jangan sampai nama kami media, dibawa-bawa dan dilibatkan dalam urusan kegiatan TI apung Perimping, kami nggak ada urusan, tapi kami tetap menyampaikan fakta di lapangan," jelasnya.

Kapolsek Riausilip AKP Syamsul Bagja B mewakili Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, terkejut soal informasi adanya oknum aparat yang nyanting di TI apung yang beroperasi Sungai Perimping tersebut.

"Termasuk dengan aktifitas itu, akan segera saya tindaklanjuti ke lapangan. Kami akan lakukan penegakan hukum," tegas Syamsul.

Penulis: riyadi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved