Sabtu, 9 Mei 2026

Inilah Buaya Pemangsa Turis Rusia di Raja Ampat

Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah jenis buaya terbesar di dunia.

Tayang:
net
Buaya Air Asin ditangkap 

BANGKAPOS.COM, RAJA AMPAT – Kabar buaya air asin menerkam turis di Raja Ampat menggemparkan. Tahukah anda buaya air asing sangat berbahaya.

Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah jenis buaya terbesar di dunia.

Dinamai demikian karena buaya ini terutama hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara). Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya.

Dikutip dari wikipedia, buaya ini aktif pada siang dan malam hari. Buaya ini memangsa siapapun yang memasuki wilayahnya. Mangsanya adalah Ikan, Amfibi, Reptilia, Burung, dan Mamalia (termasuk mamalia besar).

BACA : Model Cantik Ini Menantang Maut Foto Underwater Dekat Buaya


Buaya ini adalah salah satu dari buaya-buaya yang berbahaya bagi Manusia. Buaya muara mampu melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya.

Bahkan bilamana kedalaman air melebihi panjang tubuhnya, buaya muara mampu melompat serta menerkam secara vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya. 

Buaya muara menyukai air payau/asin, oleh sebab itu pula bangsa Australia menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin). Selain terbesar dan terpanjang, Buaya Muara terkenal juga sebagai jenis buaya terganas di dunia.

Turis Rusia 

Penyelam berkebangsaan Rusia yang dilaporkan hilang saat melakukan snorkelling di Pulau Minyaifun, Raja Ampat empat hari lalu akhirnya ditemukan.

Korban atas nama Sergery Lykhvar (40) ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan tewas mengenaskan.

Dalam situsnya, Basarnas melaporkan bahwa jasad korban ditemukan pada Selasa (29/3/2016) pukul 13.00 WIT.

Upaya pencarian telah dilakukan tim SAR gabungan sejak Senin pagi dengan membagi tim menjadi 4 SRU.

Dengan menggunakan rescue boat Basarnas Kantor SAR Sorong, speed boat Polairud Raja Ampat, speed boat dinas pariwisata Raja Ampat, dan speed boat milik home stay Minyaifun pencarian dilakukan di empat sektor pada beberapa titik koordinat.

"Jasad korban ditemukan mengapung di koordinat 0 20 28 S – 130 11 919 E selanjutnya dievakuasi dan dibawa menuju RSUD Waisai, Raja Ampat," tulisnya di basarnas.go.id.

Informasi hilangnya korban diterima Kantor SAR Sorong melalui Pos SAR Raja Ampat sehari setelah kejadian (27/3/2016) dari Kapolres Raja Ampat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diketahui tenggelam pukul 09.00 WIT.

Petugas SAR setempat Prasetyo Budiarto kepada Daily Mail mengatakan, korban tewas karena dimangsa buaya.

"Kami percaya bahwa korban diserang buaya. Satu tangannya hilang, ada gigitan hewan di bagian pinggul kiri pria itu," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved