Amdal Kapal Isap Dibuat di IPB dan Anak Sanem Pernah Menyusunnya

Pandangan Sanem soal kapal isap juga dipengaruhi oleh putra kandungnya Aldino Akbar (Dino).

Amdal Kapal Isap Dibuat di IPB dan Anak Sanem Pernah Menyusunnya
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Kapal isap yang parkir di sekitar perairan Tanjung Pering, Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, Senin (4/4/2016). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Wahyu K

BANGKAPOS.COM, BELITUNG – Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) memiliki pandangan tegas soal kapal isap.

“Kapal isap merusak lingkungan, menghancurkan kehidupan, menghancurkan peradaban, hancur segala-galanya, jadi saya melihat kapal isap itu seperti itu dengan sepengetahuan saya, karena dilihat kasat mata baik dari segi akademisnya tetap menimbulkan persoalan bagi lingkungan,” kata Sanem ketika ditemui Pos Belitung di ruang kerjanya, Selasa
(5/4/2016).

Ia melanjutkan, pandangannya soal kapal isap juga dipengaruhi oleh putra kandungnya Aldino Akbar (Dino).

“Secara akademis saya tahu dari anak saya Dino, dia itu kan S2 Manajemen Sumber Daya Perairan dan dia pernah diajak ikut menyusun Amdal tentang kapal isap ini, waktu itu dia pernah jadi dosen di UBB dan yang membuat Amdal itu kan IPB Bogor, akhirnya dia mengundurkan diri, karena memang dak akan mungkin, tetaplah persoalan dampak
lingkungan itu,” kata Sanem.

Menurutnya, dampak lingkungan yang ditimbulkan kapal isap bukan hanya dari segi lingkungan alam, tapi juga social kemasyarakatan.

“Kalau dari segi lingkungan masyarakat, hasilnya hanya sesaat saja, habis itu selesai, selama-lamanya susah, jadi yang mungkin menikmatinya hanya generasi itulah, tapi anak cucunya habis,” kata Sanem.

Penulis: wahyu
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved