Breaking News:

Daryono Lancar Menjawab Saat Dicecar Jaksa Penuntut

Uang senilai Rp 200 juta itu dipergunakan untuk membeli barang di toko Acoi itu siapa yang membelinya

Google/net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan dana hibah, Daryono (46), warga Desa Romadon, Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah terkesan lancar menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan jaksa penuntut saat sidang perkara kasus korupsi bantuan dana hibah senilai Rp 200 juta tahun anggaran 2013 dari dana APBD Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel).

Pantauan bangkapos.com, sidang yang digelar sejak siang dan berakhir sore di ruang sidang Garuda gedung Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang saat itu terdakwa (Daryono) sempat dicecar beragam pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang jaksa penuntut asal Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejat Babel), Rahmat Purwanto SH.

"Uang senilai Rp 200 juta itu dipergunakan untuk membeli barang di toko Acoi itu siapa yang membelinya," tanya jaksa di hadapan terdakwa dan majelis hakim yang menyidangnya saat itu.Tanpa membuang waktu. Daryono pun langsung menjawab pertanyaan jaksa penuntut.

"Uang itu bukan saya yang membelanjakannya tapi bendaharalah yang membelanjakan di toko Acoi itu," jawab Daryono singkat.

Lalu jaksa itu pun kembali menanyakan seputar laporan pertanggung jawaban penggunaan uang senilai Rp 200 juta merupakan bantuan dana hibah dari pihak Pemprov Babel yang disalurkan kepada Yayasan Nurul Iman di Desa Romadon Kecamatan Sungai Selan. Lagi-lagi Daryono menjawab pertanyaan jaksa tersebut dengan begitu tenang saat berada di kursi pesakitan.

Sidang yang digelar saat itu dipimpin oleh ketua majelis hakim, Wuryanta SH MH tampak hadir dalam sidang penasihat hukum terdakwa, Tukijan Keling SH dan rekannya. Akhirnya sidang itu pun ditutup saat waktu sudah menunjukkan atau menjelang petang, namun majelis hakim mengagendakan pelaksanaan sidang perkara itu yakni pekan depan.

Rahmat Purwanto SH ketika ditemui usai sidang mengatakan pekan depan rencananya sidang tuntutan terhadap terdakwa (Daryono). Ia sendiri sempat menambahkan jika terdakwa diduga melakukan penyelewengan dana bantuan hibah senilai Rp 200 juta itu lantaran dalam penggunaanya tidak sesuai dengan permohonan proposal yang diajukan tersebut.

"Dalam pengajuan proposal itu tertera untuk kepentingan renovasi mesjid di desa Romadon Sungai Selan. Namun setelah diketahui ternyata uang bantuan itu dipergunakan untuk pembangunan penuh," kata Rahmat. Selain itu Daryono pun diduga telah melakukan penyelewengan dalam hal pengajuan laporan pertanggungan jawaban (LPJ) fiktip.

Terpisah Daryono tak menampik jika dirinya sempat membuat LPJ penggunaan bantuan dana hibah senilai Rp 200 juta tersebut fiktip namun hal justru menurutnya diketahui pengurus lainnya. Mengenai jumlah uang yang terpakai itu sebanyak Rp 200 juta namun uang sejumlah baru sebagian dikembalikan kepada pemerintah daerah sebanyak Rp 180 juta.

"Sisanya Rp 20 juta itu masih terhutang. Sampai saat ini untuk membayar kembali uang sejumlah itu (Rp 20 juta--red) untunglah ada partisipasi masyarakat di desa kita itu," katanya singkat saat ditemui usai menghadiri sidang di gedung Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang.

Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved