PT Timah Sebut SK Pemberhentian Wirtsa dan Ali Sudah Sesuai Prosedur

Agung menceritakan kronologis peristiwa yang melatarbelakangi keluarnya Surat Keputusan Direksi Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat

PT Timah Sebut SK Pemberhentian Wirtsa dan Ali Sudah Sesuai Prosedur
Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk

Laporan wartawan bangkapos.com, dodi hendriyanto

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Sekretaris Perusahaan PT TIMAH (Persero) Tbk Agung Nugroho menegaskan bahwa Perseroan sudah melakukan langkah-langkah yang prosedural dalam menetapkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ali Samsuri dan Wirtsa Firdaus.

Agung menceritakan kronologis peristiwa yang melatarbelakangi keluarnya Surat Keputusan Direksi Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat terhadap Ali Samsuri dan Wirtsa Firdaus.

Menurut Agung, Ikatan Karyawan Timah (IKT) melakukan Musyawarah Karyawan (Muskar) tanggal 8 Agustus 2015 membahas kondisi perusahaan saat itu dan menghasilkan beberapa poin keputusan. Atas dasar keputusan Muskar tersebut, IKT mengajukan usulan melakukan pertemuan Bipartit kepada Direksi. Bipartit tersebut terlaksana pada tanggal 16 September 2015.

"Saat itu Direksi juga memberikan jawaban secara tertulis menanggapi masukan dari IKT pada Bipartit tersebut," ujar Agung, Selasa (5/4/2016) malam.

Selanjutnya, kata Agung, pada Tanggal 25 Januari 2016, IKT melakukan aksi Demonstrasi menuntut Direksi PT TIMAH (Persero) Tbk mundur dengan alasan karena selama tiga tahun kebelakang kondisi perusahaan semakin menurun, laba menurun dan hutang perusahaan semakin melejit. Pada Tanggal 27 Januari 2016, IKT juga melakukan aksi demonstrasi ke Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM.

"Karena apa yang disampaikan dalam orasi itu tidak benar dan bertentangan dengan hasil audit PricewaterhouseCoopers (PwC) selama tiga tahun terakhir, maka Direksi mengirim surat No 192/TBK/UM-0400/2016.S8.16.12 tanggal 28 Januari 2016 mengajak IKT melakukan pertemuan Bipartit kembali merespon aksi demonstrasi tanggal 25 Januari 2016 dan 27 Januari 2016," terang Agung.

Namun, lanjut Agung, IKT menolak untuk melakukan pertemuan Bipartit dengan Direksi melalui Surat No 012/IKT-0001/II/2016 Tanggal 1 Februari 2016. Karena banyaknya Analis dan Investor TINS yang menanyakan tentang hal itu, maka Direksi mengadakan konferensi pers di Pangkalpinang tanggal 2 Februari 2016 menjelaskan kepada jurnalis mengenai keadaan Perusahaan yang sebenarnya dan menyanggah apa yang disampaikan IKT dan menjawab pertanyaan para Jurnalis Dengan kondisi tersebut diatas, Direksi menginstruksikan kepada Kepala Divisi Pengamanan untuk memproses karyawan yang melanggar Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Dari hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepala Divisi Pengamanan serta rekomendasi yang disampaikan maka Direksi mengeluarkan Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat kepada Ali Samsuri dan Wirtsa Firdaus.

Berdasarkan kronologis tersebut, Agung Nugroho menegaskan bahwa Direksi sudah mempunyai niat baik terhadap IKT dengan berinisiatif mengajak diadakannya kembali pertemuan Bipartit setelah aksi demonstrasi, namun mendapat penolakan dari IKT.

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved