Pramugara Dipukul

Beginilah Kronologis Pramugara Nam Air Dipukul Penumpang

Pihak Manajemen maskapai penerbangan sriwijaya air yang menaungi maskapai Nam Air wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyesalkan pemukulan

Beginilah Kronologis Pramugara Nam Air Dipukul Penumpang
BANGKAPOS.COM/AJIE GUSTI
District Manager Sriwijaya Air, Sherly Astura saat dimintai keterangan terkait kasus yang melanda pihaknya oleh penumpang pesawatnya sendiri, Rabu (6/4/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ajie Gusti Prabowo

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pihak Manajemen maskapai penerbangan sriwijaya air yang menaungi maskapai Nam Air wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyesalkan pemukulan yang dilakukan oleh penumpang pesawat Nam Air IN 9880 kursi 11F pada Rabu (6/4/2016) pukul 07.45 Wib yaitu Andi Muhammad Tuo Pabbenteng (51) kepada pramugara pesawatnya, Nirwan Maekasi (24) warga Jakarta.

‎"Pada kejadian itu saat posisi pesawat Push Back atau mundur menuju landasan di bandara Palembang. Saat itu awak kabin hendak melakukan pembagian makanan di dalam pesawat," jelas District Manager Sriwijaya Air Pangkalpinang, Sherly Astura saat ditemui usai melakukan pemeriksaan terkait kasus itu di Polsek Pangkalan Baru.

"Saat membagikan menggunakan troli ini menabrak kaki penumpang itu. Dimana saat itu kondisinya penumpang tidur dan tidak sadar kakinya keluar di bagian jalan lorong," kata Sherly Astura.

Menurutnya, memang jalan tersebut biasa digunakan awak kabin dan awalnya Pramugara sudah menyampaikan permisi kepada penumpang bahwa akan ada pembagian makanan dan troli akan melintas lorong kabin.

"Lalu tidak sengaja tertabrak kaki penumpang kami ini, dan memang kesalahan awak kabin kami serta langsung menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang karena tidak sengaja," katanya.

"Hanya saja yang kami sesalkan adalah awak kabin yang sudah menyampaikan maaf secara tiba-tiba penumpang itu langsung mengarahkan gempalan tangannya ke arah wajah sebelah kanan," jelasnya.

Ia mengakui, hal itu mengakibatkan pendarahan dibagian gusi dan mengalami pembengkakan karena dipukul sebanyak satu kali.

"Cukup keras, dan informasinya dari penumpang itu reflek karena bangun tidur," ujar Sherly.

"Tapi berdasarkan kronologis tadi dengan verifikasi bahwa penumpang sudah bangun dan kabin kami sudah menyampaikan permohonan maaf secara menunduk dan memegang lutut penumpang itu, awalnya dari kami memang kesalahan, namun sudah kami sampaikan maaf secara prosedur, kenapa harus ada kekerasan," tambahnya.(*)

Penulis: tidakada012
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved