Sabtu, 11 April 2026

3.508 Lembar Jawaban UN Beltim Baru Tiba Siang Ini

Ribuan LJUN ini sebelumnya sengaja disimpan di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Beltim.

Editor: fitriadi
Istimewa
Sebanyak 3.508 Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) dari Belitung Timur (Beltim) tiba dan diserahkan langsung ke Tim Pemberkasan UN Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (7/4/2016) siang. 

Laporan wartawan bangkapos.com, dodi h

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Sebanyak 3.508 Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) dari Belitung Timur (Beltim) tiba dan diserahkan langsung ke Tim Pemberkasan UN Universitas Bangka Belitung (UBB), Balunijuk, Kamis (7/4/2016) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Ribuan LJUN ini sebelumnya sengaja disimpan selama empat hari di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Manggar, sebelum diterbangkan ke Bangka untuk kemudian diserahkan ke Tim Pemberkasan dan Pemindaian LJUN UBB.

“Seluruh berkas LJUN hari pertama hingga akhir, disimpan di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Beltim. Kondisinya aman karena dijaga oleh dua petugas, baik dari keamanan internal Diknas maupun Satpol PP Beltim,” ujar Andi Irawan, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Diknas Beltim, dalam release yang dikirim Humas UBB, Kamis (7/4/2016) siang.

Beltim mengutus Andi dan Suhardi (staf Diknas) membawa 3.508 LJUN ke UBB. Universitas ini ditunjuk Kemendikbud dan Kemenristek-Dikti sebagai pemantau dan pemindai hasil UN, baik untuk SMA, MAN maupun SMK se Bangka Belitung, yang berlangsung sejak 4 hingga 7 April 2016.

Menurut Andi, mereka bertolak dari Manggar, ibukota Beltim, pukul 07.30 wib menuju Bandara Hanandjoeddin di Belitung Induk. Pukul 10.20 Wib pesawat mereka tumpangi lepas landas menuju Bandara Depati Amir, Pangkalanbaru Bangka Tengah.

“Semua berkas LJUN Belting kami kemas sedemikian rupa, sehingga terjaga keamanannya,” tukas Andi, menambahkan setiba di Bandara Depati Amir mereka langsung ‘tancap gas’ ke UBB.

Pada UN 2016 ini, jumlah sekolah ikut UN di Beltim 13 sekolah. Sepuluh sekolah menjadi peserta ‘paper based test’ (PBT, tes tertulis berbasis kertas), sedangkan tiga sekolah lainnya ikut UNBK (ujian nasional berbasis komputer).

“Jumlah LJUN dari Beltim 3.508 lembar. Rinciannya: 2.962 lembar dari SMA, dan 546 lembar lagi dari SMK,” ujar Andi.

Setiap hari usai UN digelar, lanjut Andi, kepala sekolah mengantar semua berkas LJUN ke Kantor Diknas Beltim di Manggar.

“Semua berkas LJUN dibungkus rapi, di segel dan di lakban. Sehingga mustahil siapa pun yang membukanya,” terang Andi.

Dia mengemukakan, pelaksanaan UN di Beltim berlangsung aman dan lancar. Tidak ada gangguan apapun.

“Meski UN kali ini tidak menentukan kelulusan siswa, tapi kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Tiap pelaksanaan UN, ada polisi berpakaian preman yang mengawasi,” ujar Andi.

Meski demikian, menurut Andi dua siswa SMA di Simpang Pesak tidak dapat mengikuti UN. Seorang siswa jurusan IPS menderita sakit sehingga harus ikut ujian susulan hari Senin depan. Seorang lagi meninggal dunia dalam kecelakaan sebulan sebelum UN.

“Seorang siswa SMA Simpang Pesak saat ini masih di opname. Siswa itu akan ikut ujian UN susulan yang akan digelar Senin ini. Ada dua orang yang ikut ujian susulan, satu lagi dari SMA Gantung. Ia tak bisa ikut UN karena orangtuanya meninggal dunia,” ujar Andi.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved