Angdes Desa Perpat Masih Pakai Tarif Lama

Tarif angkutan desa (angdes) di Belitung belum berubah paska pemerintah menurunkan harga BBM semenjak 1 April lalu.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
ist
Deretan mobil angkutan desa parkir di area Pasar Induk Tanjungpandan, Jumat (8/4/2016). 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Tarif angkutan desa (angdes) di Belitung belum berubah paska pemerintah menurunkan harga BBM semenjak 1 April lalu.

Sepinya jumlah penumpang menjadi alasan para sopir tetap bertahan dengan tarif lama.

Wintoro, seorang sopir angdes jurusan Desa Perpat, Kecamatan Membalong, mengatakan jika harus menurunkan tarif, secara otomatis berpengaruh pada pendapatan.

Saat ini, kata dia, tarif dari Desa Perpat menuju Pasar Induk Tanjungpandan (PP) Rp 35 ribu.

"Kalau sekarang sehari itu cuman dua atau tiga penumpang, sisanya cuman barang titipan. Lalu, kami kan tidak hanya mengatar ke pasar saja tapi keliling juga tergantung keperluan penumpangnya," kata Wintoro saat ditemui pos belitung di Pasar Induk Tanjungpandan, Jumat (8/4/2016).

Jarak tempuh dari Desa Perpat menuju Kota Tanjungpandan sekitar 30 km, dengan kebutuhan BBM sekitar 10 liter perhari.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved