Dokter, Istri dan Dua Keponakan Tewas Diseret Kereta Api

Mobil Kijang Innova yang dikemudikan Hari terseret kereta api hingga 700 meter.

Dokter, Istri dan Dua Keponakan Tewas Diseret Kereta Api
Surya/Irwan Syairwan
Kecelakaan maut di perlintasan kereta api di Desa Gilang, Taman, Sidoarjo, Rabu (13/4/2016) malam. 

BANGKAPOS.COM, SIDOARJO - Kecelakaan maut terjadi di Perlintasan KA Desa Gilang, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/4/2016) malam.

Kecelakaan tersebut antara mobil Kijang Innova yang dikemudikan Hari Kushartono (52) dengan KA Dhoho Blitar-Surabaya.

Empat orang tewas di tempat atas kejadian ini.

Kecelakaan maut yang dialami Hari Kushartono (52) di perlintasan KA Desa Gilang, Taman, Sidoarjo, benar-benar memilukan.

Saat tertabrak KA Dhoho, Rabu (13/4/2016) malam, mobil Kijang Innova L 1649 RK yang dikemudikan Hari terseret hingga 700 meter.

Saksi mata kejadian, Subeki (26) mengatakan tiba-tiba saja ia mendengar bunyi hantaman keras ketika KA Dhoho dari arah barat melintas.

Kereta itu menyeret mobil berwarna hitam hingga mendekati Kali Buntung.

"Warga sekitar juga kaget dan langsung keluar. Ternyata ada mobil tertabrak. Langsung kami evakuasi sebisanya," kata Subeki.

Usai berhenti terseret, mobil tersebut dalam keadaan miring. Bagian kanan tempat sopir ringsek parah.

Subeki menuturkan kereta sempat berhenti sebentar untuk mengecek kerusakan, namun beberapa saat kemudian kembali berjalan menuju Surabaya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved