Buronan Pemilik Pistol Ini Sedang Rencanakan Perampokan di Tempilang, Ini Buktinya
Residivis kasus perampokan, Anto (31) diduga kuat tengah merencanakan perampokan di wilayah Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Residivis kasus perampokan, Anto alias An (31) diduga kuat tengah merencanakan perampokan di wilayah Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat.
Pria warga Jalur, Sumatera Selatan yang baru saja keluar dari penjara di Palembang itu sudah membuat gambar lokasi di Tempilang yang bakal jadi target perampokan.
Anto lolos dalam penyergapan di sebuah kontrakan di Tugu Ketupat Desa Tempilang pada Kamis (14/4/2016) sekitar pukul 08.30 WIB. Kini dia jadi target buruan jajaran Polres Bangka Barat.
"Kami menduga kuat pelaku ini (Anto-red) utusan yang ditugaskan untuk menyurvei lokasi dan target perampokan. Bahkan, kami dapat informasi kalau pelaku sudah menggambar beberapa lokasi di sejumlah tempat di Tempilang," ungkap Kapolsek Tempilang Ipda Irawan mewakili Kapolres Bangka Barat AKBP Daniel Victor Tobing kepada bangkapos.com, Minggu (17/4/2016).
Sementara rekannya bernama Hermanto berhasil ditangkap aparat Polsek Tempilang saat baku tembak terjadi pagi itu.
"Informasi dari kakaknya yang ada di Tempilang, tersangka Ao (Anto) ini residivis kasus perampokan. Informasinya, dia baru bebas dari Lapas Palembang," kata Kapolsek.
Anto sempat terlibat baku tembak dengan anggota Polsek Tempilang saat penggerebekan di kontrakan yang dia tempati.
"Saat melakukan penggerebekan, anggota (Polsek Tempilang--red) dan salah satu tersangka sempat terlibat baku tembak. Satu berhasil kami amankan berikut barang bukti senpi. Sementara itu, satu masih dalam pengejaran," kata Kapolsek .
Pelabuhan tikus
Dua pemilik senjata api rakitan Hermanto (24) dan rekannya Anto (31) diduga masuk ke kawasan Bangka Barat melalui pelabuhan tikus.
Dugaan ini dikuatkan, mengingat kabupaten Bangka Barat dikelilingi garis pantai. Menurut Kapolres Bangka Barat, AKBP Daniel Victor Tobing ada beberapa pelabuhan tikus diwilayah Babar. Diantaranya Kundi, Rambat, Tempilang dan Jebu Laut.
Lemahnya pengawasan dan pengamanan di pelabuhan tikus, dikarenakan masih minimnya saranan, prasarana dan jumlah personil kepolisian.
" Kemungkinan besar mereka masuk ke wilayah Babar melalui pelabuhan tikus yang memang kami akui masih punya kelamahan. Tidak mungkin 24 jam anggota berjaga dan memeriksa satu persatu pendatang yang masuk melalui pelabuhan tikus" ujar Kapolres, Senin (18/4/2016).
Rencananya Polres Bangka Barat akan berkoordinasi dengan jajaran Polres yang ada di Palembang Sumatera Selatan.
Langkah ini diambil jajaran Polres Bangka Barat guna mencari informasi sekaligus melacak keberadaan Anto (31), salah satu pemilik senjata api rakitan yang terlibat baku tembak dengan anggota Polsek Tempilang, Kamis (14/4/2016) lalu.
Kapolres menyebut Anto diketahui pernah terlibat kasus perampokan dan baru bebas dari Lapas diwilayah Palembang Sumatera Selatan.
" Pelaku ini residivis di perampokan di Palembang, makanya saya instruksikan Kapolsek agar berkordiansi dengan Polres dan Polsek jajaran di Palembang," ujar Daniel
Data pendatang
Hermanto dan An merupakan pekerja tambang inkonvensional (TI) apung. An disebut-sebut baru sepekan bekerja di wilayah Kecamatan Tempilang.
"Dia baru seminggu bekerja di sini. Kalau asal usul memang kurang tahu karena yang bawa mereka ke sini kakak mereka di Tempilang," kata Lina, pemilik rumah kontrakan yang ditempati An dan Hermanto.
Semenjak baku tembak terjadi dan kaburnya Anto, warga di beberapa desa di Tempilang resah. Aparat desa dan kelurahan pun diminta melakukan pendataan terhadap warga pendatang yang berada di wilayah Kecamatan Tempilang.
Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat Medi Hestri mengingatkan agar para kepala desa di Kecamatan Tempilang tidak menganggap remeh keberadaan warga pendatang yang tidak jelas dokumen kependudukannya.
Menurutnya, para kades harus mendata setiap warga pendatang yang ada di wilayah masing-masing.
"Hal ini sehubungan dengan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di wiliyah Kecamatan Tempilang," katanya kepada bangkapos.com, Selasa (19/4/2016).
Insiden baku tembak yang melibatkan anggota Polsek Tempilang dengan pemilik senjata api rakitan Anto menyita perhatian banyak pihak, tak terkecuali Camat Tempilang, Isa Asadi.
Mendengar insiden tersebut, Isa langsung mengintruksikan seluruh kades dan lurah di Kecamatan Tempilang segera mendata seluruh penghuni rumah kontrakan dan pekerja Tambang Inkonvesional (TI) apung yang beroperasi di perairan Tempilang.
" Waktu kejadian saya ada tugas di Jakarta. Setelah kejadian itu saya langsung minta kades mendata penghuni kos, kontrakan dan penambang," ujar Isa melalui sambungan telepon, Senin (18/4/2016). (Bangkapos.com/Antoni/Suhendri)