Jangan Tertipu, Ini Cara Pendaftaran Haji ONH Biasa dan Haji Plus yang Benar

Informasi cara pendaftaran haji masih banyak belum diketahui semua umat Islam di Indonesia.

Jangan Tertipu, Ini Cara Pendaftaran Haji ONH Biasa dan Haji Plus yang Benar
Tribun Kaltim/Kholish Chered
Situasi di Masjidil Haram, Mekkah, 4 September 2014. 

BANGKAPOS.COM - Informasi cara pendaftaran haji untuk melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima sekarang ini masih banyak belum diketahui semua umat Islam di Indonesia.

Sehingga masih banyak kasus penipuan pemberangkatan haji di negara kita di setiap musim haji. Melaksanakan ibadah haji ada dua cara. Pertama dengan cara pembayaran ONH (Ongkos Naik Haji) Biasa dan kedua ONH Plus .

Perbedaan keduanya pada cara setoran pendaftaran, jumlah pembayaran, dan fasilitas yang didapat selama di tanah suci tentu berbeda jauh.

Peserta ONH Biasa akan menginap selama 40 hari di tanah suci sedangkan ONH Plus cukup 21 hari saja.

Untuk ONH Biasa , calon haji sebaiknya melakukan sendiri membuka tabungan haji di bank-bank BUMN seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN dan bank-bank lain yang telah ditunjuk Departemen Agama untuk bekerja sama menerima setoran ONH.

Tabungan haji biasa minimal satu juta rupiah. Setelah tabungan haji mencapai Rp 25 juta, calon haji baru mendapat nomor porsi haji untuk mengikuti antrian pemberangkatan haji di tahun berikutnya.

Sekarang ini antrian haji biasa sudah mencapai empat sampai lima tahun di setiap propinsi di Indonesia.

Setelah nomor porsi haji bisa dilunasi untuk tanda sudah siap berangkat haji di tahun musim haji sewaktu pelunasan. Calon haji bisa menyerahkan syarat-syarat administrasi hajinya kepada Kantor Departemen Agama Kota atau Kabupaten tempat domisilinya.

Calon haji bisa minta bantuan kepada yayasan-yayasan yang telah ditunjuk Departemen Agama untuk membantu pemberangkatan haji dengan tambahan biaya khusus . Bagi calon haji wanita hamil akan dibatalkan pelunasan hajinya sampai tahun depan dan diberangkatkan kemudian setelah melahirkan.

Syarat-syarat administrasi haji adalah beragama islam, KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang masih berlaku, foto ukuran 2 X 3 dan 4 X 6 sebanyak 16 lembar masing-masing wajah 85 persen, kondisi sehat, calon haji wanita disertai muhrimnya, mengisi formulir SPIH (Surat Pendaftaran Ibadah Haji), telah memperoleh nomor porsi haji, dan melunasi BPIH (Biaya Pelunasan Ibadah Haji) nya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved