Rabu, 15 April 2026

BBI Sungailiat Berhasil Pijahkan Ikan Baung Secara Alami

Ikan Baung dikenal sebagai salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki kandungan protein cukup tinggi

Penulis: edwardi | Editor: edwardi
BBI Sungailiat Berhasil Pijahkan Ikan Baung Secara Alami - ikan-baung-1_20160420_161537.jpg
bangkapos.com/Edwardi
Benih Ikan Baung
BBI Sungailiat Berhasil Pijahkan Ikan Baung Secara Alami - ikan-baung-2_20160420_161618.jpg
bangkapos.com/Edwardi
Pemeliharaan benih ikan Baung di dalam aquarium
BBI Sungailiat Berhasil Pijahkan Ikan Baung Secara Alami - ikan-baung-3_20160420_161721.jpg
IST
Indukan ikan Baung

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ikan Baung dikenal sebagai salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki kandungan protein cukup tinggi, tetapi rendah lemak.

Rasa dagingnya enak, gurih dan lezat melebihi rasa daging ikan patin atau ikan jambal air tawar. Ikan ini hanya terdapat di perairan-perairan tertentu di Pulau Sumatera, Jawa dan kalimantan.

Setelah berhasil memijahkan ikan Baung lokal secara buatan pada tahun 2007, UPTD BBI Sungailiat tahun 2016 ini kembali sukses memiijahkan ikan Baung secara alami.

Kepala UPTD BBI Sungailiat, Sujono mengatakan calon induk yang ditangkar sejak tahun 2012 yang lalu berasal dari jenis Baung Kalimantan.

"Baung dengan nama latin mystus nemurus ini untuk pertama kalinya berhasil dipijahkan secara alami dengan sistem pemijahan massal di kolam pemeliharaan induk," kata Sujono kepada Bangkapos.com, Rabu (20/4/2016).

Dijelaskannya perbandingan jantan dan betina 1 :1 sebanyak 11 pasang dengan berat Induk rata-rata 1,5 – 2 kg.

Sampai saat ini, Sujono telah mengangkat 4 blok telur yang menempel di rumput-rumputan dan lumut yang berfungsi sebagai media penempelan telur di kolam.

Selanjutnya telur ditetaskan di akuarium untuk dirawat sebelum didederkan kembali di kolam pembesaran.

Pengangkatan telur dari kolam dilakukan pukul 21.00 s/d 23.00 WIB oleh petugas, yang sebelumnya ditandai dengan saat-saat pemijahan induk (tampak berpasangan di sudut kolam) yang terjadi sehabis hujan.

Adapun kendala yang dihadapi, menurut Sujono adalah kurangnya kolam pendederan yang dimiliki saat ini, namun untuk mengantisipasi hal tersebut, sangat diharapkan minat UPR (Unit Pembenihan Rakyat) untuk bekerjasama mengembangkan komoditas yang cukup menjanjikan ini ke depannya.

:Harga benih yang ditawarkan sangat bervariasi disesuaikan dengan besarnya benih yang siap dijual, 2-3 cm harga Rp. 900, ukuran 3-5 cm harga Rp. 1.500 dan harga 5-7 cm dijual dengan harga Rp 2.000," jelasnya.

Sementara Tri Rachmawati, Kasi Pembenihan dan Produksi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka menambahkan dikembangkannya ikan Baung jenis Kalimantan agar produksi ikan konsumsi dapat tercapai, dengan alasan Baung Kalimantan ukuran tubuh lebih besar dan cepat tumbuh dibandingkan dengan jenis Baung lokal.

"Baung Kalimantan memiliki respon terhadap pakan buatan yang tinggi sejak ukuran benih, berbeda dengan jenis lokal yang perlu penyesuaian pakan, yakni peralihan pakan alami ke buatan dengan teknik pemeliharaan polikultur Baung dan ikan nila," jelasnya.

Meski demikian pengembangan jenis ikan Baung lokal harus tetap dilakukan dengan tujuan pelestarian ikan lokal agar tetap lestari.

"Keberhasilan pemijahan ikan Baung secara alami ini diharapkan dapat menambah khasanah pengembangan komoditas budidaya ikan air tawar di Kabupaten Bangka khususnya dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung umumnya," tukasnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved