Breaking News:

Jika Benar Anggota Polri Salah Prosedur, Kapolda Janji Akan Menindak

Tiga pria berbaju hitam itu membawa benda mirip senjata api revolver. Mereka datang dari bagian belakang rumah

Penulis: deddy_marjaya | Editor: edwardi
bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kapolda Brigjen (Pol) Yovianes Mahar 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Kapolda Kepulaun Bangka Belitung Brigjen (Pol) Yovianes Mahar menegaskan akan menindak jika benar anggota Polri di jajarannya yang menyebabkan warga meninggal dunia terkena serangan jantung usai digerebek.

Apalagi jika yang melakukannya bukan orang-orang yang ditugaskan atau menyalahi prosedur.

"Akan kita dalami informasi adanya warga yang meninggal usai didatangi pria berambut cepak jika terbukti ada anggota Polri yang terlibat akan saya tindak jika di luar prosedur," kata Brigjen (Pol) Yovianes Mahar, Rabu (20/4/2014).

Seperti diketahui Amin (50), warga Gang Zamrud, Semabung Lama, Pangkalpinang, meregang nyawa setelah kedatangan tiga pria berambut cepak, Senin (18/4) sekitar pukul 16.30 WIB.

Diduga Amin terkena serangan jantung karena ketakutan.

Tiga pria berbaju hitam itu membawa benda mirip senjata api revolver. Mereka datang dari bagian belakang rumah dan langsung menyergap Amin yang tengah bersantai bersama Alan, istrinya, dan Ahap, kakak iparnya, di teras.

"Saya tidak pernah melihat orang ini, semuanya membawa benda mirip senpi berwarna silver berbahan besi. Satu mirip pistol itu pakai sarung, sementara dua pistolnya tidak pakai sarung, saya kaget takut ditembak," kata Alan, istri Amin.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved