Mina Tarmizi Antusias Menuliskan Pola Batik di Kain Katun
Hj Mina Tarmizi tampak turut belajar membatik, usai mengantarkan 14 orang TP-PKK Desa
Penulis: edwardi | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Umum (Ketum) TP-PKK Kabupaten Bangka sekaligus Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-Pemdes) Hj Mina Tarmizi tampak turut belajar membatik, usai mengantarkan 14 orang TP-PKK Desa se-Kabupaten Bangka peserta pelatihan kerajinan batik tulis ke kampong batik desa Giriloyo-Imogiri Bantul Yogyakarta, Rabu (20/04).
Di kesempatan tersebut, Ketum TP-PKK Kabupaten Bangka ini tampak antusias menuliskan pola batik di atas kain katun dengan canting yang telah terisi dengan cairan malam.
“Alhamdulillah, sekarang la pacak membatik, walau agak melebar dikit dari garis pola e,” ungkapnya.
Di kesempatan sebelumnya, para peserta pelatihan tersebut, akan mengikuti kegiatan selama 6 hari, sejak tanggal 20 hingga 25 april 2016. Selama di lokasi pelatihan, peserta diinapkan di rumah-rumah warga setempat.
“Di kampung batik ini, peserta akan belajar terkait penulisan batik tulis di sentra kerajinan batik Fajar,” ungkap Dedi Hermana Ketua Lembaga Pengembangan Potensi dan Kemandirian Desa (LPPKD) Indonesia selaku mitra bimbingan teknis (Bimtek) DPC APDESI Kabupaten Bangka
Ditambahkannya, selama pelatihan, para peserta akan dibimbing langsung dari tim Kampung batik (Fajar batik Giriloyo-Imogiri Bantul-red).
“Selama 6 hari di lokasi pelatihan, para peserta akan menerima berbagai materi dari tim Fajar Batik, di hari pertama ini mereka akan dibekali materi terkait sejarah batik dan perkembangannya, pengenalan alat-alat membatik dan penggunaannya serta teknik pewarnaannya,” ujarnya.
Dikatakannya, pada hari keduanya (21/04), mereka kembali akan dibekali materi tentang pengarahan cara proses menola, menyanting dan mewarnai, dilanjutkan dengan praktek desain motif batik diatas kertas. Di hari ketiga (22/04) peserta juga akan melaksanakan praktek langsung menyanting diatas kain mori (mola), keesokan harinya (23/04) setelah prakatek mola dilanjutkan dengan ngisen isen (yeceki).
“ Pada hari kelima (24/04), peserta akan diberi pengarahan tentang cara pewarnaan dilanjutkan dengan praktek, perebusan, penjemuran dan ditutup dengan penyerahan sertifikat," ujarnya
Sementara itu, Rozie selaku owner (pemilik) Fajar Batik dalam sambutannya menyambut baik kedatangan para peserta pelatihan, dan akan membagi keilmuan yang dimilikinya.
“ Untuk membatik ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, diantaranya dari bahan baku dan peralatannya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, dalam membatik, kain yang bisa digunakan yaitu kain katun atau kain sutra, selain hal tersebut, yang diperlukan berikutnya adalah malam (sejenis lilin dari sarang lebah madu-red), wajan kecil, kompor minyak, napthol, gawangan, dhingklik, bak pencelupan, serta pewarna.
“ Malam ini terbuat dari beberapa komponen, yaitu sarang lebah madu sendiri, paraffin dan lemah hewani,” katanya.
Ditambahkannya, sedangkan pewarnaan, mereka menggunakan yang bernahan alami dan sintetis.
“ Pewarna bahan alami, kami mendapatkannya dari perasan daun mangga, daun mahoni, serta beberapa bahan dari tanaman lainnya,” tukasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mina-tarmizi-antusias-menuliskan-pola-batik-di-kain-katun_20160421_080354.jpg)