Pempek Udang Belo Kelezatannya Pasti Bikin Ketagihan
Kebetulan Desa Belo Laut merupakan salah satu penghasil udang Belacan tersebut di Pulau Bangka.
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: edwardi
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
TRIBUNEWS, BANGKA -- Nama Pempek tidak asing lagi bagi masyarakat Nusantara.
Kuliner khas masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Selatan yaitu Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Babel tersebut menjadi santapan sehari-hari masyarakat.
Jika di daerah lain Pempek umumnya terbuat dari ikan sungai seperti ikan Belido dan ikan laut, di Pulau Bangka ada Pempek yang terbuat dari bahan udang yang terkenal dengan nama Pempek Udang khas Belo Laut.
Desa Belo Laut sendiri masuk wilayah kecamatan Muntok yang menjadi bagian dari Kabupaten Bangka Barat.
Udang yang menjadi bahan baku utama Pempek ini dikenal dengan sebutan udang Belacan atau udang Rebon yang biasanya dibuat Terasi atau Belacan.
Kebetulan Desa Belo Laut merupakan salah satu penghasil udang Belacan tersebut di Pulau Bangka.
Tekstur Pempek Udang Belo Laut sendiri lebih lembut jika dibandingkan Pempek ikan.
Warnanya kemerahan berbeda dengan Pempek Ikan yang agak kehitaman atau putih tergantung jenis ikan yang digunakan.
Rasa udangnya terasa sekali, pas dengan kuahnya yang pedas kombinasi asam dan asin.
"Rasanya beda dengan Pempek Ikan, udangnya terasa sekali dan lebih lembut. Pokoknya sekali mencoba dijamin ketagihan," ungkap Okta penikmat Pempek Udang Belo Laut tersebut.
Penasaran dengan Pempek Udang khas Belo Laut ini, kini Pempek tersebut bisa di nikmati di outlet Pempek Udang belo Laut Joget di JL KH Mustafa di Depan SMPN I Pangkalpinang.
Pempek ini dipasok langsung oleh pembuat Pempek Udang yang sudah terkenal sejak 30 tahun lalu yaitu ibu Sulastri dari Belo Laut.
"Pempek ini dari Belo dikirim pakai bus, sekali ngirim banyak untuk stok," ungkap Efinda staf Pempek Udang Joget.
Ia menjelaskan, harga Pempek Udang Belo Laut memang sedikit lebih mahal dari Pempek yang terbuat dari ikan.
Ada pempek udang Lenjer jumbo yang dijual Rp 15.000 ribu, Lenjer Sedang Rp 8000, Lenjer kecil Rp 2500, Adaan Rp 2000 dan pempek kapal selam udang Rp 18.000.
"Pempek ini bahanya pakai udang rebon, atau udang belacan. Harganya agak mahal karen audangnya langka, musiman. Jadi kalau tidak ada udang kami cari pembuat yang lain. Ada dua pembuat yang terkenal yaitu bu Sulas dan bu Sum," ungkap Efinda.
Ia menjelaskan, selain bisa dibeli langsung outlet di jalan KH Mustafa Pangkalpinang, Pempek Udang Belo laut bisa dipesan dan kirim via paket pos.
Ada empat paket yang mereka tawarkan yaitu paket 1 seharga Rp 150.000 dan paling mahal paket IV Rp 250.000.
Untuk paket IV ini selain mendapatkan Pempek Udang juga mendapatkan kempelang udang khas Belo.
"Pempek Udang ini bisa dipaket juga via JNE. Yang banyak mesen dari Depok, Jakarta, Tanggerang. Pempek ini bisa tahan 2 sampai 3 hari. Sebelum dikirim dilumuri sagu biar tahan," ungkap Efinda.
Menurut Efi, Pempek Udang Khas Belo lebih nikmat jika disantap bersama Teh Tayu atau teh khas kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat.
Di outlet Pempek Udang Belo Laut Joget Teh Tayu ini dijual dengan harga 12 ribu rupiah untuk wadah poci dan untuk wadah gelas Rp 7000.
"Hanya saja teh Tayu ini langka jadi tidak setiap saat tersedia," ungkapnya.
Selain Pempek Udang Khas Belo Laut dan teh tayu, di outlet Pempek Udang Belo Laut Joget bisa ditemukan sejumlah makanan khas Bangka Barat seperti terasi udang, Kempelang udang hingga madu pahit Pelawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pempek-udang-belo_20160421_211550.jpg)