Jepang Sudah Sadar Tak Mau Lagi PLTN, Khawatir Jadi Sasaran Teroris

Kalau nuklir dijalankan terus, Jepang akan jadi target kalangan teroris dunia dan Koizumi meragukan pertahanan keamanan Jepang di lokasi fasilitas pem

Jepang Sudah Sadar Tak Mau Lagi PLTN, Khawatir Jadi Sasaran Teroris
Foto Ist
Korsponden Tribun (kiri) bersama PM Jepang Junichiro Koizumi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

BANGKAPOS.COM, TOKYO - Mantan PM Jepang Junichiro Koizumi mempromosikan terbaik Jepang tanpa nuklir.

Kalau nuklir dijalankan terus, Jepang akan jadi target kalangan teroris dunia dan Koizumi meragukan pertahanan keamanan Jepang di lokasi fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tidak mencukupi.

"Nuklir tidak ada itulah yang terbaik," ujarnya berulang kali kepada masyarakat dan dituliskan pada majalah mingguan Spa edisi hari ini (22/4/2016).

Dengan nuklir, Jepang akan jadi target utama teroris, "Teroris akan menargetkan utama tempat nuklir Jepang seperti yang terjadi di Eropa saat ini," katanya.

Di Belgia dan di Amerika Serikat, bahkan ada tempat pelatihan tentarnya, menjaga pusat fasilitas nuklir di sana sebanyak 150 orang.

"Namun tampaknya masih kurang dan dibutuhkan 250 tentara menjaga fasilitas nuklir, standar dunia. Sistem keamanan Jepang dengan jumlah pihak keamanan yang kurang, apakah bisa melakukan hal tersebut?" tanya Koizumi.

Belum lagi krisis kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir, bencana alam sebagai penyebabnya, serta terorisme yang mengincar fasilitas nuklir.

Koizumi mengeluh hal ini dalam ceramahnya di Fukushima bulan Maret 2016 lalu.

"Bahkan dalam sebuah kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, ketika terjadi ledakan sekali lagi, maka sekitar 50 juta orang harus dievakuasi.

Jumlah penduduk 120 juta orang, apakah bisa mengevakuasi 50 juta orang?" tekannya lebih lanjut.

Oleh karena itu Koizumi melihat Jepang akan mengalami kehancuran justru karena nuklir di masa depan, kalau hal ini tak dikurangi secepat mungkin dari sekarang.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved