Kabupaten Bangka Peringkat 25 Peredaran Narkoba

Hasil survei itu menunjukan, pada tahun 2015 Kabupaten Bangka masuk dalam peringkat 25 se-Indonesia dalam peredaran Narkoba.

Kabupaten Bangka Peringkat 25 Peredaran Narkoba
Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat
Ilustrasi narkoba 

BANGKAPOS.COM, SUNGAILIAT -- Berdasarkan hasil survey Universitas Indonesia, Peredaran Narkoba di Kabupaten Bangka mengalami penurunan.

Hasil survei itu menunjukan, pada tahun 2015 Kabupaten Bangka masuk dalam peringkat 25 se-Indonesia dalam peredaran Narkoba.

Peringkat tersebut menurun dibandingkan hasil survey pada tahun 2011 yang menyebut Kabupaten Bangka masuk dalam 10 besar peredaran Narkoba.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bangka, Adi Purwanto, mengungkapkan itu saat membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di ruang pertemuan Kantor Kades Karya Makmur, Pemali, Sabtu (23/4).

"Dari hasil survey UI, pada tahun 2015 ini Bangka masuk dalam peringkat 25 peredaran Narkoba dan ini mengalami penurunan karena pada tahun 2011 kita masuk 10 besar. Kita ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menurunkan peredaran Narkoba di Bangka," ungkap Adi Purwanto melalui rilis yang sampaikan Humas PDE dan Santel Setda Bangka.

Dikatakannya, Pemkab Bangka sangat mendukung kegiatan untuk pemberantasan narkoba yang memang saat ini menjadi momok yang menakutkan dan Indonesia sekarang ini berstatus darurat Narkoba. Untuk itulah, segala kegiatan pencegahan dan pemberantasan Narkoba terus ditingkatkan agar bahaya Narkoba bisa diminimalisir.

"Mari kita sama-sama galakkan perang terhadap narkoba karena narkoba ini bisa merusak segala lini. Dengan sosialisasi bahaya Narkoba ini kita harapkan bisa dijadikan sebagai suatu pencegahan terhadap peredaran Narkoba di tengah masyarakat," ajak Adi.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Satgas Anti Narkoba Desa Karya Makmur, Nurdin Bay, dalam laporannya mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan adalah dalam rangka Milad pertama Satgas Anti Narkoba Desa Karya Makmur yang mana bertujuan untuk mempererat silahturahmi dan mengadakan sosialisasi bahaya narkoba di tengah-tengah masyarakat.

"Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah dari Desa Karya Makmur dan Desa Air Ruai yang melibatkan ketua RT, BPD, LPM, tokoh pendidikan, karang taruna, ketua masjid/surau yang berjumlah 100 orang. Narasumbernya adalah Ketua BNK Bangka, provinsi, dan Kasat Narkoba Polres Bangka yang dilaksanakan selama 1 hari," jelas Nurdin. (*/chy)

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved