Kakek Nenek Ingin Segera Berangkat Haji Malah Tertipu Rp 266 Juta

Seorang warga Pekalongan dan istrinya menjadi korban penipuan berkedok jasa pemberangkatan ibadah haji.

Kakek Nenek Ingin Segera Berangkat Haji Malah Tertipu Rp 266 Juta
Kemenag.go.id
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PEKALONGAN - Lamanya waktu masa antrean haji reguler hingga 20 tahun, menjadi peluang bagi oknum tak bertanggungjawab.

Makin banyak calon haji yang tertipu karena gagal berangkat meski telah membayar hingga ratusan juta rupiah.

Seorang warga Pekalongan, Jawa Tengah, sebut saja bernama Joko (nama samaran) dan istrinya menjadi korban penipuan berkedok jasa pemberangkatan ibadah haji.

Joko akhirnya harus menanggung malu tak bisa berangkat ibadah haji, meski sudah habis uang banyak.

Uang Rp 266 juta telah diberikan Joko kepada penipu, karena tergiur untuk berangkat haji plus 'tanpa kuota'.

"Sudah habis banyak, ratusan juta saya kirim sama dia (pelaku)," kata pria yang sudah lanjut usia itu.

Alasannya memilih jalan pintas, karena usianya yang sudah tua, sehingga tak sabar jika harus mengantre selama dua puluhan tahun.

"Saya sudah lama mau berangkat haji, tapi kalau mengantre sampai puluhan tahun nggak sanggup," kata dia.

Joko tak ingin membahas terlalu banyak karena saat ini kasus itu juga sudah diproses hukum. "Yang lalu biarlah, sekarang juga sudah diproses di kepolisian," ujar dia.

Polres Pekalongan telah mengekspos kasus penipuan haji plus yang melibatkan mantan Satgas Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) beberapa waktu lalu.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved