Hidayat Arsani Bangun Pabrik Ubi Tapioka Untuk Menyelamatkan Ekonomi Warga
Ada puluhan akun memberi komentar. Bahkan mereka menunggu pembangunan pabrik di kabupaten lainnya.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hidayat Arsani banjir pujian. Langkahnya berinvestasi di bidang perkebunan dianggap menjanjikan harapan.
Postingan foto saat peletakan batu pertama pabrik Tapioka di Desa Tiram Kecamatan Tukak Sadai mendapat respon positif.
"Peletakan batu pertama pabrik tapioka saya di Desa Tiram kecamatan Tukak Sadai Bangka selatan. Total ada 7 pabrik di kabupaten bangka selatan.
Alhamdulillah pakai dana pribadi. Bukan sumbangan siapa2. Insya Allah secara bertahap akan saya bangun juga di kabupaten lain.
Mohon doanya agar lancar. Bukan mencari keuntungan semata. Hanya niat ikhlas utk terus membuka lapangan kerja.
Semoga berkah dan bermanfaat bagi masyarakat....Amin...," tulis Hidayat di halaman facebooknya belum lama ini.
Langkah itu mendapat sambutan dari netizen.
Fajar Triatma Tabara menulis "mantap pak...lanjutkan". Hidayat kemudian langsung membalas "Makasih ok....mohon doa e spy lancar...l".
Qhania Rafifa menulis "Bismillah.... Semonga semakin banyak menyerap tenaga lokal komendan serta dpt mensejahterakan rakyat babel..."
Yulizar Izar menulis "mantap pk dayat..inilah harapan masyarakat pasca timah semoga pk dayat akan bangun jg di bangka barat sd saat ini masyarakat msh jual ke lampung."
Bambang Birkuata juga menulis "Mantap Panglima...kalok memang tiap kabupaten punya pabrik...bakal makmur Babel ... mulai hari ngelike Panglima baelah..."
Ada puluhan akun memberi komentar. Bahkan mereka menunggu pembangunan pabrik di kabupaten lainnya.
Pada saat berdialog dengan Hidayat beberapa waktu lalu, politisi Partai Golkar yang juga pengusaha sukses asal Bangka ini mengaku sedang konsen di bidang perkebunan ubi.
"Warga saya minta bekerja sama cari lahan kosong punya mereka. Tanam ubi, ini bisa jadi solusi," kata Hidayat.
Ia mengatakan masyarakat di desa butuh lapangan pekerjaan yang pasti.
"Makanya saya masih cari formula bagaimana warga bisa berkebun dan mereka untung. Saya ini berdosa jika tak bisa menyelamatkan rakyat yang sedang susah ekonominya," kata Hidayat.
Kendala di masyarakat saat ini menurut Hidayat adalah modal dan keinginan karena tidak mengerti.
"Kalau kebun-kebun rakyat berhasil, maka perputaran uang di masyarakat lebih cepat. Itu yang paling penting," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/hidayat-arsani_20160426_133348.jpg)