Warga Kritik Bisnis Pasir Kuarsa PT Bina Lestari Jaya

Tempat penampungan pasir kuarsa PT Bina Lestari Jaya di Lingkungan Jalan Laut Sungailiat, dipertanyakan sejumlah warga

Warga Kritik Bisnis Pasir Kuarsa PT Bina Lestari Jaya
bangkapos.com/Fery Laskari
Gudang penampungan dan pengolahan pasir kuarsa PT Bina Lestari Jaya di Lingkungan Jl Laut Sungailiat Bangka. Tampak para pekerja sedang mengolah hasil tambang berbahan silica yang dimaksud, Jumat (29/4/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tempat penampungan pasir kuarsa PT Bina Lestari Jaya di Lingkungan Jalan Laut Sungailiat, dipertanyakan sejumlah warga karena diduga tak mengantongi ijin dari pihak terkait.

Namun sebaliknya, pihak perusahaan bedalih, bahwa usaha mereka memiliki payung hukum yang jelas.

"Kita punya ijin lengkap kok," kata Basoka (52), Direktur PT Bina Lestari Jaya ditemui Bangkapos.com, Jumat (29/4/2016) di gudang penampungan pasir kuarsa, persis di tepi jalan raya Lingkungan Jalan Laut Sungailiat Bangka.

Diakui Basoka, semula gudang penampungan berada di depan rumahnya di Lingkungan Kampung Pasir, bersebelahan dengan Lingkungan Jl Laut. Namun karena tempat itu tak memungkinkan, sehingga pindah ke Jl Laut, sekitar 300 meter dari tempat semula.

"Dan ijinnya (tempat penampungan baru di Jl Laut -red) sedang diurus, dalam proses," katanya.

Namun Basoka memastikan, soal ijin penambangan pasir perusahaan ini, sejak dulu sudah ada. PT
PT Bina Lestari Jaya katanya, punya ijin usaha penambangan (IUP) di Dusun Tuing Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka.

"Pasir kuarsa ini diperoleh dari tambang kita di Tuing. IUP-nya ada, ijinnya dari negara, dari Menteri langsung IUP-nya. Kalau tidak ada ijin, dak mungkin barang bisa keluar," katanya.

Lalu bagaimana dengan kabar bahwa sebagian pasir kuarsa didapat perusahaan ini dari hasil penambangan di Alur Sungai Kampung Pasir-Jl Laut?

Basoka menjelaskan soal itu. "Kalau itu kan masyarakat disini juga (Kampung Pasir) yang ambil (nambang manual), dijual ke saya. Saya beli pasir kuarsa dari masyarakat Rp 500 perember (sekitar satu karung), masyarakat memang ambilnya di alur sungai ini," katanya.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved