Pembunuhan Sadis di Stadion Depati Amir

Bocah SMP Ini Ikut Merencanakan Pembunuhan Hendy

"Sebelum Ashar kami habisin dan korban tidak melawan," ujarnya.

Bangka Pos
Dua pelaku terduga pembunuh Hendy Pratama 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua remaja mengaku terlibat pembunuhan Hendy Pratama (25), honorer Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pangkalpinang, pada Jumat (22/4) lalu. Sakit hati melatarbelakangi tindakan keji yang dilakukan sebelum waktu salat Ashar, atau sekitar pukul 15.00 WIB tersebut.

Kemarin, polisi mengungkap misteri penemuan jenazah Hendy Pratama di kawasan hutan dekat Stadion Depati Amir, Pangkalpinang. Hendy yang meninggalkan rumah sejak Jumat (22/4) itu ditemukan tak bernyawa pada Senin (25/4) sore.

Polisi menyebut ada tiga terduga pelaku yang menyebabkan kematian Hendy. Dua diantaranya, yaitu DE (13) dan AL (15), berhasil diringkus pada Jumat (29/4) dinihari. Sedangkan satu lainnya, JE (26), yang juga adalah kakak AL, masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Berdasarkan keterangan dua terduga pelaku, mereka lebih dahulu datang di kawasan hutan dekat Stadion Depati Amir dibanding Hendy. Mereka datang bertiga dengan mengendarai satu sepeda motor. Ketiganya kemudian mengisap lem di tempat tersebut.

Tidak lama setelah Hendy datang mengendarai sepeda motor seorang diri, penganiayaan pun terjadi. AL mengaku hanya memukul dan menendang Hendy. Perbuatan itu dilakukannya bersama DE.

Ditemui di Polsek Taman Sari, AL menyebut kakaknya, JE yang memukul Hendy menggunakan kayu. Saat akan meninggalkan Hendy yang terkapar dengan luka parah di bagian kepala, AL menyebut JE meminta dia dan DE menunggu di motor. JE, lanjutnya, kembali ke lokasi dan memeriksa kondisi Hendy.

"Kakakku bilang ngecek apakah masih hidup apa sudah mati dia bilang sudah mati lalu kami pergi dari lokasi," kata AL, Jumat (29/4).

"Sebelum Ashar kami habisin dan korban tidak melawan," ujarnya.

Tindakan penganiayaan, menurut AL, dilatarbelakangi dendam. Sebenarnya, kata dia, JE yang berprofesi sebagai tukang parkir yang menyimpan dendam terhadap Hendy. Namun dia ikut terbawa merasakan dendam itu.

"Yang dendam itu, kakak saya, JE (26) yang merupakan tukang parkir. Dendam karena dia tidak suka tanpa sebab. Saya ikut karena tidak senang juga," kata AL.

Halaman
12
Penulis: Ajie Gusti Prabowo
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved