Hijaukan Lintas Timur, LSM Gempa Gandeng BI Tanam 1000 Pohon

LSM Gempa kembali mengadakan gerakan penghijauan dengan melakukan penanaman bibit tanaman di Lintas Timur Desa Air Anyer Kecamatan Merawang.

Hijaukan Lintas Timur, LSM Gempa Gandeng BI Tanam 1000 Pohon
Bangkapos.com/Nurhayati
Staf Ahli GubernurBabel Bidang Pembangunan dan Lingkungan Rivai, Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana bersama pihak Lanal Babel, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka, Polres Bangka, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDas), para siswa di SMPN 4 Sungailiat, SMAN 1 Sungailiat dan Kompas Universitas Bangka Belitung menanam pohon penghijauan di kawasan Lintas Timur, Merawang, Sabtu (30/4/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Bangka (Gempa) kembali mengadakan gerakan penghijauan dengan melakukan penanaman bibit tanaman di Lintas Timur Desa Air Anyer Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka Sabtu (30/4/2016).

Gerakan penghijauan ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Bumi.

Dalam kegerakan penghijauan tersebut LSM Gempa bekerjasama dengan pihak Bank Indonesia, Lanal Babel, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka, Polres Bangka, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDas), para siswa di SMPN 4 Sungailiat, SMAN 1 Sungailiat dan Kompas Universitas Bangka Belitung untuk melakukan penanaman pohon.

Sekitar 1.000 bibit tanaman cemara, bakau, ketapang dan bibit lainnya ditanam di sekitar pos kehutanan yang dibangun oleh LSM Gempa.

Diakui Ketua LSM Gempa David Sultan, keberadaan LSM Gempa lahir dari inisiatif perbincangan dengan rekan-rekan sesama wartawan dimana sebagai jurnalis tidak hanya bisa mengkritik tetapi bisa juha berbuat untuk lingkungan.

"Untuk itulah kita melakukan karya nyata dengan penanaman pohon di sekitar Lintas Timur ini dan memberikan penghargaan bagi para pejuang lingkungan. Penghijauan ini kedua kalinya dimana pertama dilakukan pada peringatan Hari Bumi tanggal 22 April tahun lalu," ungkap David.

Menurutnya, lokasi Lintas Timur ini dipilih sebagai tempat penghijauan karena kerusakan kawasan Lintas Timur sudah parah banyak lubang-lubang akibat penambangan timah inkonvensional dari total 668 hektar hutan produksi dan 120 hektar hutan lindung pesisir.

"Dari sebanyak 2.000 pohon yang kami tanam tahun kemarin yang hidup hanya 500 pohon. Ini dalam jangka satu tahun baru tumbuh empat cabang yang kita tanam tahun 2015 lalu. Ini pelajaran bagi kita bahwa merusak itu mudah tetapi untuk menanam menumbuhkan tanaman ini butuh proses," ungkap David.

Dia berterima kasih atas dukungan Bank Indonesia justru bukan berasal dari perusahaan tambang tetapi punya kepedulian besar untuk lingkungan.

Pada kesempatan ini David juga merasa bersyukur dari tiga pejuang lingkungan yang menerima penghargaan dari LSM Gempa berhasil meraih penghargaan dari pemerintah pusat yakni Mang Kalok, Sofyan dan Zuni Zuhri.

"Tahun ini Bang Sofyan diusulkan untuk menerima penghargaan kalpataru," kata David.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved